Disney Diam-Diam Ikut Boikot Iklan di Facebook

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 320 2248767 disney-diam-diam-ikut-boikot-iklan-di-facebook-7f1C3WO0SE.jpg Walt Disney (Reuters)

JAKARTA - Walt Disney menambah daftar perusahaan besar yang memboikot Facebook. Di mana, perusahaan tersebut menghentikan penggunaannya dalam beriklan di platform media sosial ini.

Facebook menjadi sangat kontroversial karena kasus penanganan konten ujaran kebencian. Hal ini juga membuat Facebook telah diboikot oleh banyak perusahaan besar dan ternama.

 Baca juga: Fakta Perusahaan Besar Boikot Iklan Facebook hingga Kekayaan Mark Zuckerberg Anjlok

Namun kabarnya, Disney tidak mengumumkan secara jelas bagaimana pihaknya mencabut iklan mereka di Facebook sebagaimana perusahaan lain yang telah melakukan hal tersebut dengan jelas.

Melansir dari laman jendela Reuters, Jakarta, Minggu (19/7/2020). Pihak Disney hanya mengubah rencana periklanannya secara diam-diam. Serta, hanya menghentikan iklannya dalam jangka waktu yang sebentar.

Selain itu, Disney juga menghentikan sementara penggunaannya dalam beriklan menggunakan Instagram untuk layanan streaming yang bernama Hulu.

 Baca juga: Unilever Cs Boikot Iklan di Facebook, Investor Mulai Resah

Seorang perwakilan Facebook dalam sebuah pernyataan menggunakan email mengungkapkan, pihaknya akan terus berusaha bekerja dengan kelompok-kelompok pembela hak sipil, dan para ahli lainnya untuk mengembangkan lebih banyak alat, teknologi, dan kebijakan untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Di sisi lain, pihak-pihak perusahaan yang telah berinisiatif memboikot iklan Facebook mengatakan "tidak ada komitmen untuk bertindak", setelah pertemuan dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Baca juga: Ikuti Jejak Unilever Cs, Kini Starbucks Boikot Iklan di Facebook

Sebelumnya, Investor merespons boikot iklan yang dilakukan sejumlah perusahaan kepada platfrom digital, Facebook hingga Twitter. Hal ini pun menjadi sentimen negatif karena saham Facebook turun hingga 3% pada awal perdagangan Senin waktu setempat.

CEO Facebook Mark Zuckerberg pun mulai mencari cara agar para pengiklan menghentikan aksi tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa hari lalu, Facebook mengadakan konferensi guna mengakui terjadinya defisit kepercayaan dan melalui email dirinya meminta pengiklan menghentikan aksi tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini