Begini Persiapan Pemulihan Perekonomian di Labuan Bajo

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 320 2248792 begini-persiapan-pemulihan-perekonomian-di-labuan-bajo-19yEyTt3v8.jpg Labuan Bajo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sedang melakukan persiapan pemulihan ekonomi dan sosial di Labuan Bajo. Hal ini sebagai satu dari 5 destinasi pariwisata super prioritas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut meski jumlah kasus Covid-19 di Nusa Tenggara Timur masih terbilang rendah yakni 131 kasus data per 18 Juli 2020.

 Baca juga: Daftar Proyek Infrastruktur di Labuan Bajo Rp1,31 Triliun

"Fasilitas kesehatan harus tetap sigap untuk menangani Covid-19, baik secara preventif maupun kuratif. Dan NTT tidak boleh lengah dan tetap harus menyiapkan segala kebutuhan penanganan Covid-19," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2020).

Pihaknya juga menyalurkan bantuan Pemerintah Pusat kepada Puskesmas Labuan Bajo, RS Siloam Labuan Bajo, dan RSUD Komodo Labuan Bajo berupa Alat Pelindung Diri yang terdiri atas Pakaian hazmat untuk tenaga kesehatan sebanyak 500 buah, masker bedah sebanyak 2000 buah, masker N-95 sebanyak 2.000 buah, sarung tangan sebanyak 2.000 buah, dan face shield sebanyak 1.000 buah.

 Baca juga: Pariwisata RI Terdampak Virus Korona, Pengusaha Kehilangan Keuntungan 30%

Dia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan tenaga kesehatan agar tidak lengah terhadap isu kesehatan seperti pencegahan tuberkulosis, pentingnya Imunisasi, dan juga kasus Covid-19 di Labuan Bajo yang meski tercatat dalam posisi rendah, namun masih memiliki positivity rate yang tinggi.

"Positivity rate sepuluh persen itu tinggi, harus di bawah lima persen," ungkap dia.

Pemerintah terus berupaya menekan dampak Covid-19 bagi masyarakat berpendapatan rendah, salah satunya melalui bantuan sosial yang ditargetkan menyasar 43 juta keluarga Indonesia dan akan diberikan hingga Desember 2020 kepada masyarakat miskin dan rentan untuk meningkatkan daya beli. Beberapa insentif bantuan sosial sudah dan akan dikucurkan melalui masing-masing kementerian teknis.

"Hingga saat ini, total anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,20 triliun, diantaranya sektor perlindungan sosial Rp203,9 triliun, sektor insentif usaha Rp120,61 triliun, sektor UMKM Rp 123,46 triliun, dan sektor pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun," jelas dia.

Pihaknya terus melakukan cross check data, karena telah satu data, termasuk data terpadu bantuan sosial. Dirinya ingin melihat seberapa efektifnya, apakah terjadi mismatch, dan bagaimana mengatasinya. Persoalannya ada di pemutakhiran, tidak banyak daerah yang melakukan pemutakhiran dengan baik. Dari 514 kabupaten/kota, hanya 113 yang melakukan pemutakhiran.

"Jadi itu pekerjaan rumah kita semua. Di Bappenas, kami hitung tingkat akurasinya masih rendah. Untuk kita ingin memperbaiki ke depan sehingga jika terjadi pemutakhiran di dalam akurasi data, jumlah orang miskin bisa berkurang," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini