Terungkap! 5 Penyebab Sering Ditawarkan Kartu Kredit lewat Telepon

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249815 terungkap-5-penyebab-sering-ditawarkan-kartu-kredit-lewat-telepon-uVCu3XIQc5.jpg Kartu Kredit (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Sering mendapat telepon dari pihak bank yang menawarkan untuk menggunakan produknya? Pasti hal ini membuat bertanya-tanya karena merasa tidak pernah sembarang memberi nomor telepon pada perbankan.

Ketatnya persaingan usaha antara bank-bank penerbit kartu kredit rupanya menyebabkan bank melakukan praktik curang tanpa sepengetahuan nasabah. Salah satunya pertukaran data nasabah termasuk nomor ponsel.

Baca Juga: 5 Langkah agar Sadar dalam Mengelola Keuangan

Melansi buku "Untung dengan Kartu Kredit, Kartu ATM-Debit & Uang Elektronik" oleh Ir. R. Serfianto D. P., Iswi Hariyani, SH, MH, Cita Yustisia Serfiani, SH, berikut adalah penyebab nomor telepon bisa diperoleh bank:

1. Bertukar informasi tentang data atau identitas pemegang kartu kredit dengan card center lainnya

2. Mengungkapkan informasi termasuk transaksi yang berhubungan dengan pemegang kartu kredit kepada pihak ketiga

3. Menetapkan klausal mengenai perhitungan bunga dan biaya-biaya lain yang dapat berubah sesuai dengan kebijakan bank tanpa diperlukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemegang kartu

Baca Juga: Budget Menikah Pas-pasan, Pandemi Momen Tepat untuk Menikah?

4. Mengubah/menambah persyaratan dan ketentuan, dan perubahan/penambahan yang mengikat sejak saat diadakannya perubahan tanpa harus melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemegang kartu

5. Atas kebijakannya sendiri tanpa harus memberi tahu pemegang kartu dan tanpa memberi alasan, berhak melarang atau mengubah batas kredit pemegang kartu atau menolak dengan cara lainnya, baik untuk selamanya ataupun sementara. Atau mengakhiri keanggotaan dan mencabut semua hak, baik yang melekat pada penggunaan dari kartu kredit ataupun hak lainnya.

Selanjutnya, berhak menyampaikan pemberitahuan kepada semua pedagang dan setiap orang yang berkepentingan mengenai pencabutan hak tersebut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini