Pasar Modal Indonesia Masih Tertekan hingga Pertengahan 2020

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 278 2250439 pasar-modal-indonesia-masih-tertekan-hingga-pertengahan-2020-XOV8BXUMzC.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kinerja pasar modal sedikit mengalami pelemahan. Hal ini terlihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date per 21 Juli 2020.

"Kinerja IHSG mengalami penurunan sebesar 18,8%. Untuk market kapitalisasi juga sedikit turun," ujar Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari dalam video konferensi, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Jepang hingga Australia Juga Punya OJK, di Tengah Covid-19 Keuangannya Terjaga

Yunita menambahkan, kondisi net buy/sell investor asing juga saat ini nasih menunjukkan kondisi yang sedikit negatif. Meskipun begitu, indeks Indonesia di bagian regional masih menempati posisi atas setelah Filipina.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain di regional, Indonesia termasuk paling besar nomor dua setelah Filipina penurunan indeksnya," kata dia.

IHSG Ditutup Melemah 0,37 % 

Dia menyampaikan, hingga 10 Juli 2020 sudah ada 27 emiten baru yang melantai di bursa. Tetapi, dilihat dari nilai penawaran umumnya menunjukkan sedikit penurunan nilai.

"Jadi, memang ada penambahan yang agak lumayan dari sisi emiten, tapi emisinya kecil sehingga nilainya tidak terlalu besar," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini