Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menabung dengan Tingkat Kegagalan Minimalis, Ternyata Caranya Gampang

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2020 |12:26 WIB
Menabung dengan Tingkat Kegagalan Minimalis, Ternyata Caranya Gampang
Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pengelolaan keuangan sangat penting bagi setiap orang, terutama generasi milenial yang masih belum berkeluarga. Dengan mengatur pengeluaran dan pemasukan secara tepat, tujuan bisa tercapai.

Misalnya ingin menikah pada usia sekian atau lanjut kuliah sambil kerja. Kedua hal ini bisa dicapai asal kunci dari pengelolaan keuangan tersebut tepat.

Tapi masih bingung, berapa banyak anggaran yang harus ditabung atau pengelolaan keuangan seperti apa yang tepat tersebut? Perencana Keuangan Andi Nugroho memberikan caranya.

Baca Juga: Milenial Jomblo Jangan Lengah, Persiapkan Tabungan untuk Next Step

Pertama, tentukan dulu tujuannya ingin apa? Jadi berapa banyak jumlah bisa ditentukan.

"Harus punya goals-nya dulu. Harus punya gambaran yang jelas mereka sebenarnya mau menuju ke mana. Tujuannya apa," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (21/7/2020).

Contoh, dalam empat tahun ke depan tujuan saya adalah menikah. Setelah itu buat perencanaan yang detail dan berapa kebutuhan anggaran yang diperlukan.

Di sinilah hal kedua dalam perencanaan keuangan harus dilakukan, yaitu pemetaan. Petakan sumber dana yang akan didapatkan sehingga bisa dapat gambaran berapa besaran uang yang harus ditabung.

Baca Juga: Mumpung Jomblo, Jangan Habiskan Uang Demi Lifestyle dan Pamer Medsos

"Oh misalnya empat tahun lagi saya mau menikah misalnya gitu. Yaudah berarti kira kalau mau menikah butuh budget berapa banyak sih berapa besar. Dan kira-kira sumber dananya dari mana sih. Oh orang tuaku misalnya tidak mau membebani, mau sendiri ya silahkan saja. Asal punya gambaran jelas berapa budgetnya," jelasnya.

Contoh lainnya, bila ingin melanjutkan study atau kuliah kembali. Harus dilihat lebih dulu kebutuhan dan sumber dananya sehingga bisa mendapatkan gambaran berapa besaran yang bisa ditabung.

Misalnya, anggaran untuk kuliah Rp100 juta dan ditargetkan bisa terkumpul dalam tiga tahun. Artinya setiap tahun, perlu sekitar Rp30 juta uang yang ditabung.

"Nabung dulu aja sekemampuan kita berapa. Paling enggak 10% dari penghasilan bulanannya kemudian paling enggak kalau waktunya udah tiba kita tinggal menutupi kekurangannya," jelasnya.

Mengenai apakah anggaran tersebut harus digabungkan dengan yang lain atau tidak tergantung dari pribadi masing-masing. Jika dirasa tidak terlalu rumit, maka tabungan boleh dipisahkan.

"Kembali lagi ke tiap pribadi. Maksudnya gini. Mereka tahu butuh dananya Rp100 juta itu tiga tahun lagi. Taruhlah dengan mereka baru mulai kerja gajinya UMR berarti sekitar Rp4 jutaan. Wah misalnya nabung Rp2 juta itu 50% dari penghasilan mereka. Konsekuensinya kalau diturunin tidak apa-apa dijalanin dengan catatan mereka harus tau konsekuensinya kalau semakin rendah jumlah yang ditabung waktu yang dibutuhkan makin lama lagi. Atau kalau mau lebih cepat ya disesuaikan dengan yang harus ditabung berapa banyak nih. Ada konsekuensinya," jelasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement