Jokowi: Ekonomi Dunia Isinya Hanya Minus, Minus dan Minus

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 20 2250815 jokowi-ekonomi-dunia-isinya-hanya-minus-minus-dan-minus-EfCrlMnfTM.jpg Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui mengendalikan Covid-19 dan ekonomi adalah barang yang tidak mudah. Ditambah lagi prediksi ekonomi dunia kerap berubah-ubah. Hal ini semakin menyulitkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara 'Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional' di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

"Kita tahu semuanya keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah. Keadaan yang sangat sulit bagaimana mengendalikan covid dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan, bukan hal yang mudah," kata Jokowi.

Baca Juga: Jika Kuartal III-2020 Ekonomi Tak Membaik, Jokowi: Betapa Akan Sulit Kita

Jokowi berujar, tiga bulan lalu dirinya menelepon petinggi International Monetary Fund (IMF) untuk mengupdate informasi perekonomian global. Dia pun mendapat informasi bila angka perekonomian dunia kemungkinan minus.

"Dia mengatakan kepada saya Presiden Jokowi kemungkinan tahun ini ekonomi global akan minus 2,5% dari yang sebelumnya 3% sampai 3,5 plus. Sekarang diperkirakan tahun ini minus 2,5%," jelasnya.

Baca Juga: Korea Selatan Masuk Jurang Resesi, Susul Singapura 

Jawaban berbeda didapatkan Jokowi saat berkomunikasi dengan Bank Dunia (World Bank). Mereka bilang pertumbuhan ekonomi dunia akan minus 5%.

"Bukan tumbuh. Minus 5% growthnya. 2 minggu yang lalu saya telpon OECD beda lagi. Pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan tumbuh minus, tumbuh tapi minus 6% sampai minus 6% sampai minus 7,6%," lanjutnya.

Atas ketidakpastian global itulah, Jokowi menganggap bahwa kondisi saat ini semakin sulit. Apalagi dia juga mendapat informasi beberapa negara maju mengalami hal yang sama, yakni minus pertumbuhan ekonomi.

"Isinya hanya minus, minus, minus, minus, minus dan minusnya itu adalah dalam posisi yang gede-gede seperti itu," ucap dia.

Jokowi juga memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal II akan minus 4,3% hingga 5%. "Kuartal I 2020 masih plus 2,97%. Plus. Tapi di kuartal II kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya. Bisa minus 4,3% sampai mungkin 5%," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini