Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamatkan UMKM, Menteri Teten Siapkan 3 Fase Pemulihan

Dita Angga R , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2020 |11:25 WIB
Selamatkan UMKM, Menteri Teten Siapkan 3 Fase Pemulihan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Kemenkop)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan program pemulihan bagi koperasi yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, dari 123.048 unit koperasi dengan anggota 22 juta orang memiliki aset Rp152 triliun serta omzet Rp154 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk melakukan upaya-upaya cepat dan kompreensif membantu UMKM dan Koperasi. Hal ini untuk menghadapi pandemic covid-19.

 Baca juga: Ubah Strategi Pemasaran Produk agar Menang di Era Covid-19

"Kami melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) telah menyiapkan tiga fase program pemulihan koperasi,” katanya saat acara penyaluran dana bergulir koperasi di Istana Negara, Kamis (23/7/2020).

Teten menyebut fase pertama adalah program survival. Pada fase ini pihaknya telah melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDP dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan.

 Baca juga: Digitalisasi UMKM Terpentok Akses Internet dan Modal Terbatas

“Sampai saat ini telah dilakukan restrukturisasi kepada 40 mitra koperasi. Ini sudah 100% bapak dengan fasilitas penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa perpanjangan waktu dan penambahan fasilitas pinjaman atau pembiayaan dengan total outstanding sebesar Rp.135,7miliar,” tuturnya.

Pada fase ini pemerintah melalui LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundaan pembayaran. Sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100% selama 1 tahun.

Selanjutnya fase kedua adalah program pemulihan ekonomi dengan alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Di mana dari total anggaran tersebut yang sudah dicairkan pencapai Rp.381,4 miliar. Dengan rincian untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar ada 13 mitra. Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar ada 21 mitra.

“Pembiayaan ini khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3% menurun atau sekitar 1,5% flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi,” ungkapnya.

Terakhir adalah fase program penumbuhan ekonomi. Teten mengatakan telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Lebih lanjut Teten mengatakan koperasi simpan pinjam dan Koperasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah bagi UMKM

“Ini juga bagian dari upaya kami untuk membangun kelembagaan yang lebih mudah. Sebab jumlah UMKM terlalu besar bapak, 64 juta dan mencar di mana-mana, kecil-kecil. Kalau kita tidak sederhanakan kelembagaan, channeling-nya ini agak berat di pembinaan,” pungkasnya.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement