Sederet Relaksasi Pajak untuk Industri Parekraf, Bu Sri Mulyani Setuju?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251332 sederet-relaksasi-pajak-untuk-industri-parekraf-bu-sri-mulyani-setuju-hGC3VLqmHq.jpeg Industri Pariwisata Bangkit Hadapi Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sebanyak 2,1 juta pelaku pariwisata mengajukan restrukturisasi kredit ke perbankan dan lembaga keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisnis mereka terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia.

"Kita dorong OJK untuk debitur restrukturisasi pinjaman. Sudah ada Rp124 triliun yang melakukan restrukturisasi dengan jumlah 2 Juta lebih debitur untuk di pinjaman perbankan. Untuk di leasing ada sekitar Rp3,1 triliun untuk 100 ribu lebih debitur," kata Menteri Pariwasata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio saat menghadiri Manajer Gorum MNC Group XL VIII yang digelar secara virtual, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Dampak Covid-19, Wishnutama: Sektor Pariwisata bukan Berkurang, Nyaris Nol

Dia mengaku, telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar para pelaku usaha pariwisata dan pekerja di bidang ekonomi kreatif mendapatkan keringanan dalam sektor perpajakan.

"Kita juga usulkan relaksasi kewajiban perpajakan. Ada PPh 21, 23 dan 25. Kita juga usahakan PPh 25 yang tadinya diskon 30% untuk dibebaskan sama sekali pembayarannya. Tapi ini masih proses pembicaraan dengan Kemenkeu," ujarnya.

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Kunjungan Wisata Indonesia Nyaris Anjlok 100%

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN agar mereka diberi relaksasi dalam hal pembayaran listrik. Sebab, akibat pandemi pemasukan para pelaku usaha menukik tajam, bahkan sampai ada yang barang jualannnya tak laku.

"Kita upayakan relaksasi pembayaran PLN. Kita kerja sama dengan lembaga lain untuk mendorong pariwisata," kata dia.

(fbn.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini