Kecewa Stimulus Penangangan Covid-19 Baru 19%, Jokowi: Kurang Cepat

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 20 2252565 kecewa-stimulus-penangangan-covid-19-baru-19-jokowi-kurang-cepat-QzP51BavNW.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti masalah penyerapan anggaran penanganan covid-19. Pasalnya, realisasi anggaran masih belum optimal.

“Penyerapan stimulus penanganan covid ini masih belum optimal dan kecepatannya masih kurang,” kata Jokowi dalam rapat terbatas pengarahan kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 yang digelar secara virtual, Senin (27/7/2020).

 Baca juga: Cerita Jokowi Telepon IMF Tanya Ekonomi Dunia, Eh Isinya Minus-Minus

Dia mengatakan dari total stimulus penanganan covid sebesar Rp695 triliun baru terealisasi baru Rp136 triliun. Artinya, baru sekira 19%.

“Sekali lagi baru 19%,” tuturnya.

Baca juga: Jika Ekonomi Kuartal III-2020 Negatif, Sri Mulyani: Kita Bisa Resesi

Pada kesempatan itu Jokowi juga menyoroti serapan di setiap bidang yang semuanya belum mencapai 40%. Misalnya di bidang perlindungan sosial serapan anggaran mencapai 38%. Lalu juga sektor kesehatan yang masih di bawah 10% serapannya.

“Di UMKM 25%, termasuk penempatan dana di Himbara Rp30 triliun. Di Sektor kesehatan baru terealisasi 7%. Demikian juga di dukungan untuk sektoral dan pemda baru terserap 6,5%. Insentif usaha 13%,” pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini