Ngeri, Penjualan Properti Diprediksi Ambles 50% akibat Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 470 2253267 ngeri-penjualan-properti-diprediksi-ambles-50-akibat-covid-19-BZvELJ82hB.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 juga berdampak kepada penjualan di sektor properti. Tak tanggung-tanggung angka penurunannya mencapai 50% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan tren itu terjadi lantaran adanya penurunan di angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, bisnis tersebut pun mengalami perubahan juga.

 Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah

"Jadi secara umum, dengan pertumbuhan ekonomi yang minus, (penjualan) akan menurun signifikan, sekira 50%," kata Panangian dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (28/7/2020).

Menurut dia, penurunan tersebut karena perubahan akan 7 day repo rate. Dengan adanya kebijakan dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga kredit dari 4,25% menjadi 4%, akan membawa perbaikan iklim dunia usaha properti.

 Baca juga: Covid-19 Menyerang, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26% pada Kuartal I-2020

"Ya, kita lihat properti itu punya siklus, ketika suku bunga rendah, dia akan naik. Ketika suku bunga tinggi, dia akan turun," ujarnya.

Dia menilai penurunan itu terjadi lantaran ada kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat pergerakan orang dibatasi.

"Seharusnya karena penurunan suku bunga, properti akan naik pada tahun 2020. Sejak ada pandemi bulan Maret, sedikit tertunda pemulihannya," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini