Menko Luhut Ingatkan Pertamina dan PLN soal Produk Lokal

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 320 2254130 menko-luhut-ingatkan-pertamina-dan-pln-soal-produk-lokal-3pKsVbOslQ.jpg Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, supaya semua pihak khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ini menjadi perhatian serius khususnya BUMN seperti PT Pertamina dan PT PLN.

"Presiden sudah memerintahkan kita, bahwa APBN dan stimulus terkait pandemi Covid-19, seluruhnya menggunakan produk dalam negeri. Saya akan meminta kepada Presiden agar dapat dibuat ratas mengenai hal ini. Jadi kita tahu di mana kelemahan selama ini, saya minta agar diperhatikan secara sungguh-sungguh, maka itu apabila tidak ada yang melaksanakan TKDN ini, agar bisa diganti saja,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/07/2020).

Baca Juga: 3 Alasan Harus Beli Produk Dalam Negeri, Nomor 1 Bikin Bangga

Luhut yang juga Ketua Umum Timnas Penguatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) mengaku ingin agar tidak ada lagi pihak yang bermain-main mengenai TKDN. Terutama, situasi dan kondisi bangsa saat saat ini tengah membutuhkan kerja nyata dari seluruh pihak.

Kemudian, terkait masukan dari Wamen BUMN, Budi Gunadi Sadikin yang mengusulkan agar denda bagi pihak yang tidak patuh terhadap syarat 25% TKDN, tidak hanya sebesar 5% tetapi 25%.

“Kita jangan lagi bermain-main mengenai TKDN ini, bangsa saat ini tengah membutuhkan kita. Terkait jumlah denda, masukan Wamen BUMN bagus sekali, kalau bisa justru 30%,” ungkap dia.

Baca Juga: Menko Luhut Panggil Mendag, Bahas Apa?

Pada kesempatan itu, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, bahwa pihaknya akan langsung menindaklanjuti hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami akan segera tindak lanjuti, mengenai policy pengadaan barang dan jasa (PBJ) agar disesuaikan dengan PP 2009/2018, kemudian klausul-klausul di proyek BUMN Pertamina yang baru untuk memberikan insentif apabila menggunakan produksi dalam negeri, saya akan share ke BUMN lain seperti PLN dan rekan-rekan BUMN lainnya,” tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini