Hong Kong Dihantam Resesi Setahun Penuh, Ekonomi Minus 9%

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 20 2254443 hong-kong-dihantam-resesi-setahun-penuh-ekonomi-minus-9-yFtecN6X8k.jpg Resesi Hong Kong (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hong Kong mengalami resesi selama satu tahun penuh. Hal ini menyusul sulit pulihnya ekonomi Hong Kong akibat pandemi virus corona.

Negara yang menjadi pusat keuangan Asia itu ekonominya minus 9% pada kuartal II-2020 (year on year/yoy). Ini adalah kontraksi ekonomi yang keempat atau sudah setahun secara berturut-turut ekonomi Hong Kong tidak tumbuh.

Baca Juga: Tidak Ubah Mata Uang, Hong Kong Tak Ada Rencana Pakai Dolar AS

Minusnya ekonomi Hong Kong ini karena aksi demo anti kebijakan pemerintah yang berlangsung berbulan-bulan. Apalagi peristiwa itu semakin diperparah dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Namun, jika melihat data kuartal terakhir, penurunan ekonomi Hong Kong setidaknya tetap stabil. Berdasarkan angka yang direvisi menunjukkan bahwa ekonomi juga menyusut sekitar 9% pada kuartal pertama 2020, lebih buruk daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Baca Juga: Hong Kong Resmi Resesi, Negara Lain Menyusul?

"Ekonomi Hong Kong stabil pada kuartal terakhir karena stimulus fiskal dan permintaan yang lebih kuat di China daratan mengimbangi konsumsi dan investasi yang lebih lemah," tulis Ekonom China untuk Capital Economics Martin Rasmussen melansir CNN, Kamis (30/7/2020).

Selain masalah ekonomi, kini Hong Kong juga masih berjuang untuk menghadapi pandemi virus corona. Karena jumlah pasien covid-19 di negara tersebut terus bertambah yang angkanya mencapai 100 pasien setiap harinya.

"Harapan untuk pemulihan segera telah pupus," tambah Rasmussen.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pemerintah Hong Kong mulai membatasi beberapa pertemuan. Selain itu, pemerintah juga menutup sementara beberapa tempat dan melarang warganya untuk makan di restoran

"Jalan bergelombang menuju pemulihan. Bersama-sama dengan terulangnya epidemi lokal baru-baru ini, menunjukkan bahwa mungkin diperlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan bagi ekonomi lokal untuk pulih," Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini