Waspada, Pembobol Bank Sangat Profesional

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 320 2254484 waspada-pembobol-bank-sangat-profesional-6lOxEdfzXj.jpg Hacker Bank (Shutterstock)

JAKARTA - Berbagai kasus pencurian seperti pembobolan rekening bank atau menguras saldo dompet digital melalui nomor ponsel semakin marak. Hal ini dikarenakan masih rendahnya tingkat keamanan data pada perbankan maupun pada layanan E-commerce.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, penjahat digitilisasi pada perbankan ini ternyata sudah profesional. Hal ini dikarenakan para pelaku terus mengumpulkan data nasabah berulang kali agar bisa membobolnya.

 Baca juga: Jouska Diminta Selesaikan Kasus dengan Nasabahnya

"Modusnya macam-macam dan banyak yang kita lihat itu enggak melakukan pencurian data sekali tapi berulang kali mereka mengumpulkan datanya, terus mencari kendalanya gimana dicari terus sama penjahat digital yang mana mereka kerjanya sangat profesional," kata Heru dalam diskusi bersama IDX Channel, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dia mengibaratkan dalam memperbaiki sistem keamanan digital keuangan itu layaknya kecelakaan pesawat. Adapun, perbaikannya yakni mencari apa yang kurang dan harus ditingkatkan seperti mencari penyebab data nasabah bisa bobol dan diretas.

 Baca juga: Nasabah KSP Indosurya Gelar Demo, Ini Tuntutannya

"Kita belajar dari kecelakaan pesawat dari pihak internasional enggak mencari kesalahan tapi apa yang perlu diperbaki kita dalami apa yang bocoran data ini dimana kenapa bisa terjadi kebocoran ini biar bisa ditambal," jelasnya.

Dia menambahkan perbankan juga perlu memperketat keamanan data pribadi konsumen agar jangan sampai dimanfaatkan untuk memperoleh akses SIM Card. Adapun mengaktifkan mobile banking misalnya, konsumen masih harus memasukkan data cukup lengkap seperti nomor kartu ATM sampai tanggal lahir.

“Pelaku harus mendapatkan data itu dulu. Jika kemudian bisa dibobol, maka ada kebocoran data pengguna layanan perbankan, yang bisa terjadi di sisi bank itu sendiri atau dari sisi konsumen misal saat mengurus Kredit Tanpa Agunan,” tandasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini