AS Resesi dengan Pertumbuhan Minus 32%, Harga Minyak Anjlok

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 320 2254895 as-resesi-dengan-pertumbuhan-minus-32-harga-minyak-anjlok-a6CubSOMpQ.jpg AS Alami Resesi dengan Pertumbuhan Ekonomi Minus 32%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak merosot pada perdagangan Kamis menyusul pelemahan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menurun hingga 32% pada kuartal II-2020. Selain itu, tweet Presiden AS Donald Trump soal pemilihan presiden pada November sebaiknya ditunda.

Investor pun merasa khawatir sehingga menjual aset berisiko. Tweet Trump tentang menunda pemilihan dipandang sebagai serangan terhadap integritas pemilihan yang akan datang.

Alhasil minyak mentah berjangka West Texas Intermediate menetap USD41,35, atau 3,27% lebih rendah setelah jatuh lebih dari 5% di awal sesi. Minyak mentah berjangka Brent turun 81 sen pada USD42,94 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Amblesnya Persediaan di AS

"Kami memiliki potensi untuk ketidakpastian politik serius di AS jika tanggal pemilihan ditantang," kata , Mitra Again Capital John Kilduff, dilansir dari CNBC, Jumat (31/7/2020).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi AS duk mengalami penurunan hingga 32,9%. Pelemahan ini menjadi terdalam dalam output sejak pemerintah mencatat ekonomi pada 1947.

AS pun mengalami resesi ekonomi usai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mengalami penurunan hingga minus 5%. 

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Wall Street Melesat

Selain itu, klaim pengangguran mingguan naik. Ini juga menjadi sebuah sinyal bahwa wabah semakin memburuk di seluruh wilayah Amerika Serikat

"Tweet Trump adalah hal terakhir yang dibutuhkan pasar saat kami mencerna kembali angka produk domestik bruto AS yang mengerikan," kata Kilduff.

Kematian akibat Covid-19 kini telah mencapai 150.000 di Amerika Serikat, sementara Brasil, dengan wabah terburuk kedua di dunia, mencatat rekor harian dari kasus dan kematian yang dikonfirmasi. Infeksi baru di Australia mencapai rekor pada hari Kamis. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini