Amerika Dihantam Resesi, Pengusaha Waswas Indonesia Tertular Efek Negatif

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 20 2255358 amerika-dihatam-resesi-pengusaha-waswas-indonesia-tertular-efek-negatif-eKD48pM690.jpeg AS Alami Resesi dengan Pertumbuhan Ekonomi Minus 32%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Badai resesi menyerang ekonomi Amerika Serikat (AS) hingga memberikan pukulan terhadap harga minyak, dolar dan juga bursa saham Wall Street. Karena itu, para pelaku usaha mulai khawatir terhadap dampak lain usai ekonomi AS mengalami resesi.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, dampak resesi ekonomi AS memberikan efek negatif pada kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, negeri Paman Sam itu merupakan tujuan paling besar bagi eskpor Indonesia. 

Baca Juga: Negara Adi Daya AS Resesi, Ekonomi Indonesia Selamat?

"Potensi adanya efek negatif dari resesi AS ke Indonesia karena AS adalah salah satu tujuan ekspor penting dan salah satu sumber investasi terbesar di kawasan Asia," kata Shinta, di Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Dia melanjutkan, pemerintah juga seharusnya memberikan insetif pada pengusaha Indonesia yang terkena dampak. Hal ini agar bisa meringankan kerugian bagi pengusaha Indonesia di antaranya para eksportir

"Pemerintah juga harus memberikan stimulus industri yang memadai dan efektif dalam meredam laju resesi. Agar efek negatif resesi AS terhadap Indonesia bisa hilang sama sekali," jelasnya.

Baca Juga: Amerika Resesi, Capital Outflow Bayangi Pasar Modal

Dengan kontraksi hingga 32%, ekonomi AS mengalami pukulan terbesar sejak Depresi Hebat pada kuartal kedua ketika pandemi Covid-19. Hal ini menghancurkan belanja konsumen dan bisnis, dan pemulihan yang baru mulai terancam oleh kebangkitan dari kasus baru virus corona.

Sebagian besar kontraksi terdalam dalam setidaknya 73 tahun yang dilaporkan oleh Departemen Perdagangan pada hari Kamis terjadi pada bulan April ketika aktivitas hampir terhenti setelah restoran, bar dan pabrik antara lain ditutup pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Sebagai informasi, pertumbuhan lebih dari lima tahun telah musnah. Dengan pemulihan yang goyah, tekanan meningkat untuk Gedung Putih dan Kongres untuk menyetujui paket stimulus kedua.

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini