Kinerja Bakrie Telecom Berbalik Untung di 2019

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 278 2255461 kinerja-bakrie-telecom-berbalik-untung-di-2019-p1s0A1HbGV.jpg Kinerja Keuangan Bakrie Telecom Sepanjang 2019. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) membukukan keuntungan Rp7,2 miliar pada 2019. Kinerja positif tersebut berbalik dari keadaan rugi Rp720,6 miliar sebelumnya di 2018.

“Kami berterima kasih kepada pemegang saham dan stakeholder yang telah mendukung kami selama ini sehingga kami dapat melangkah ke depan untuk mengembangkan bisnis pada era digital ini,” ujar Direktur Utama BTEL Harya Mitra Hidayat, dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2020).

Bakrie Telecom meyakini akan terus bertumbuh di masa mendatang dengan terus fokus pada bisnis telekomunikasi dan bisnis yang berhubungan dengan telekomunikasi serta layanan Business 2 Business (B2B). 

Baca Juga: BEI Pertanyakan Arah Bisnis Bakrie Telecom

"Hasil di 2019 menambah keyakinan bahwa bisnis kami dapat berkembang dengan baik ke depannya,” tuturnya.

Dalam menjalankan seluruh kegiatan usahanya, Bakrie Telecom menambah jumlah tenaga profesional perseroan secara signifikan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk bisa terus bersaing.

“Kami akan terus memperkuat organisasi Perseroan karena keyakinan akan kuatnya prospek pertumbuhan bisnis yang kami kembangkan saat ini,” tutur Harya.

Baca Juga: Bisnis Bakrie Telecom Masih Merugi

Terkait kesulitan yang dihadapi imbas pandemi, Harya mengakui hal ini menghambat makro ekonomi dan perkembangan dunia usaha secara keseluruhan. Namun dirinya meyakini bahwa dengan meningkatnya penggunaan transaksi On-Line dan technology driven activities lainnya justru membuat layanan utama.

“Penyediaan Call Centre, Voice Solution, IT Solution dan IT Managed Service dapat tetap berjalan dengan stabil,” tuturnya.

Untuk menjaga performa kegiatan usahanya, Bakrie Telecom Tbk mengutamakan segala upaya untuk mencukupi kebutuhan operasional agar siap bangkit setelah masa pandemik selesai, serta untuk tetap melakukan penyelesaian kewajiban seperti kepada para pemasok serta pembayaran BHP Frekuensi kepada pemerintah sebesar Rp539 mililar pada tahun 2019. (feb)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini