Terungkap, Ini Biang Keladi Virus Corona Menyebar di Perkantoran

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 320 2256260 terungkap-ini-biang-keladi-virus-corona-menyebar-di-perkantoran-svtFnVf3vo.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pasca-Lebaran 1441 Hijriah di Jakarta muncul fenomena baru, yaitu ditemukan kasus baru virus corona atau Covid-19 di perkantoran. Klaster itu timbul lantaran adanya pengawasan yang lemah dari aparat pemerintah dalam menerapkan pembatasan mudik dan arus balik beberapa waktu lalu.

Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S. Dillon mengatakan, akibat kendornya penegakkan hukum larangan mudik dan arus balik ke wilayah Ibu Kota, ada migrasi virus dari suatu daerah yang masuk ke Jakarta. Sehingga, diharapkan adanya penanganan yang maksimal dalam menyelesaikan persoalan klaster perkantoran.

“Ketika arus Lebaran, relaksasi PSBB terbentuk klaster-klaster baru. Ini yang menunjukkan bahwa mungkin kurang menegakkan aturan pembatasan mudik dan arus balik,” kata Harya dalam acara Market Review di IDX Channel, Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Deretan Perusahaan Banting Setir Jadi WFH Permanen, Google hingga Sony

Selain itu, lanjut dia, pemicunya adalah perkantoran yang enggan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) di tengah pandemi yang masih berlangsung. Padahal, perusahaan itu bisa mengerjakan pekerjaannya dari rumahnya masing-masing.

“Ketika kantor tidak WFH, meskipun memungkinkan, sehingga kebutuhan transportasi tetap terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Penumpukan KRL Cs Dipicu Kantor Tak Disiplin WFH

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, dalam 2 minggu klaster perkantoran menjadi salah satu tempat bermunculan kasus-kasus baru. Terdapat 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta dengan 459 Kasus

Kasus Covid-19 kini mulai menyerang perkantoran dari beragam sektor, mulai dari Kementerian, Lembaga/badan, BUMN, Kepolisian, Kantor di lingkungan Pemda DKI Jakarta sampai Swasta. Hingga Selasa 28 Juli 2020, angka kasus telah bertambah 10 kali lipat pada masa PSBB transisi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini