JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi 5,32% dibandingkan kuartal II-2019. Penurunan perekonomian diakibatkan pandemi virus corona.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,19% (qtq). Dan pada kuartal kedua 2019 minus hingga 5,32%.
"Ini jauh lebih rendah dibanding kan tahun lalu dimana mencatat pertumbuhan ekonomi 2,97%, sedangkan pada kuartal II yaitu 5,02% di 2019," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Konsumtif Bisa Bikin Ekonomi Bangkit asal...
Menurutnya, turunnya ekonomi karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pada Maret hingga Juni, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
"Rendahnya ekonomi Indonesia karena penerapan PSBB jadi beberapa aktivitas ekonomi menurun," jelasnya.
Namun demikian, Sri Mulyani optimis kuartal ketiga akan terjadi pemulihan. Hal ini terlihat dari geliat ekonomi pada awal Juni yang sudah mulai bergerak.