3 Alasan Perlu Financial Planner, Salah Satunya Kebingungan Akan Investasi

Safira Fitri, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 320 2257318 3-alasan-perlu-financial-planner-salah-satunya-kebingungan-akan-investasi-3Qp5wNCN4U.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Perencana keuangan (financial planner) bertugas untuk merancang suatu strategi investasi yang sesuai dengan karakter kllien. Selain itu juga bertujuan untuk mencapai tujuan keuangan atau investasi para klien.

Selain itu, financial planner juga membantu mengelola keuangan dalam hal menabung, membelanjakan, menginvestasikan, dan mengatur keuangan lainnya untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.

 Baca juga: Belajar Menabung untuk Generasi Milenial, Bikin 3 Rekening Sekaligus

Seperti dikutip dari buku "Cerdik Mengelola Gaji" oleh Sri Handayani, Jakarta, Rabu (5/8/2020), jika merasakan gaji yang tak pernah cukup segeralah lakukan perencanaan keuangan yang lebih baik. Berikut beberapa alasan untuk menggunakan financial planner.

Pertama, keterbatasan waktu yang dimiliki klien pengguna jasa perencana keuangan. Kemudian kedua, kebingungan mengambil langkah berinvestasi karena kondisi pasar uang dan pasar modal, serta tren investasi yang kian cepat.

 Baca juga: Lebih Untung Investasi Emas Batangan atau Perhiasan?

Ketiga, tawaran produk-produk keuangan dan investasi yang semakin beragam sehingga diperlukan analisis sebelum menentukan pilihan yang sesuai. Yang terakhir keempat, terus meningkatnya biaya hidup serta biaya pendidikan, membuat kesadaran masyarakat untuk mengatur dan mengelola keuangan agar dapat mengimbangi kondisi tersebut, dan dapat mempersiapkan dana pensiun di masa depan.

Tidak mudah pula mengelola gaji supaya dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, serta dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan juga setoran tabungan. Buktinya, tidak sedikit yang bermasalah dengan pengelolaan gaji atau keuangan sehingga gaji besar atau kecil tidak pernah cukup.

Perlunya perencana keuangan ini salah satunya adalah masyarakat mulai sadar akan pentingnya merencanakan keuangan pribadi untuk mencapai tujuan keuangan, sementara tidak bisa melakukannya sendiri. Atau ada juga sebenarnya yang bisa melakukan sendiri perencanaan keuangan, namun tidak punya banyak waktu untu hal tersebut. Pada akhirnya jasa financial planner juga diperlukan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini