Pendapatan Daerah Anjlok 17% Imbas Covid-19

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 20 2258548 pendapatan-daerah-anjlok-17-imbas-covid-19-hlouLIwaoe.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan daerah terus turun dampak pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini seiring adanya realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah untuk penanganan covid-19.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto mengatakan pendapatan daerah sudah anjolk hingga 17%. Hal ini memberikan dampak pada berkurangnya belanja.

 Baca juga: Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Kita Harus Belanjakan Rp2.739 Triliun

"Anggaran daerah secara nasional turunnya hampir 17% pendapatannya. Dari segi belanja harus realokasi yang mengakibatkan berkurangnya belanja," kata Astera dalam diskusi virtual, Jumat (7/8/2020).

Dia melanjutkan agar keuangan daerah tidak merugi, program pinjaman kredit pun diberika. Hal ini agar bisa menopang ekonomi daerah yang telah tertekan.

 Baca juga; Ternyata, Korporasi Butuh Modal Kerja Rp131 Triliun hingga 2021

"Kita kucurkan pinjaman PEN ini, dilihat kesesuaiannya. apakah program yang diajukan sesuai concern pemerintah pusat," jelasnya.

Dia pun menambahkan saat ini bantuan untuk daerah senilai Rp27 triliun sesuai dengan pagu anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Adapun anggaran itu juga termasuk penanganan virus covid-19.

"Pagu anggaran PEN Rp695,2 triliun. Dukungan untuk Pemda Rp 27 triliun didedikasikan untuk Pemda. Rinciannya dana itu tambahan pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp5 triliun lalu untuk dana alokasi khusus(DAK) Rp8,7 triliun lalu cadangan DAK fisik Rp8,7 triliun, hibah pariwisata Rp3,3 triliun, pinjaman PEN daerah Rp10 triliun," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini