Korban PHK, Kartu Prakerja atau Uang Tunai?

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 320 2259846 korban-phk-kartu-prakerja-atau-uang-tunai-DohDI00IHb.jpg Kartu Pra-Kerja untuk Bantu Mencari Kerja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Program Kartu Pra-Kerja telah memasuki pendaftaran gelombang IV. Adapun, program tersebut untuk membantu para pekerja yang terkena PHK selama pandemi Covid-19.

Menurut Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B Hirawan, program tersebut bertujuan sangat baik. Tapi, waktu peluncurannya yang tidak pas.

"Kartu Pra-Kerja menurut saya tidak relevan dengan kondisi pandemi atau krisis pandemi seperti ini," ujar Fajar dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/8/2020).

Baca Juga: Tata Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4, Simak di Sini

Fajar menambahkan, di tengah pandemi saat ini yang perlu diprioritaskan sebuah skema kebijakan yang sifatnya memberikan dana yang likuid khususnya bagi perorangan atau individu dan yang berkebutuhan khusus terkait krisis pandemi Covid-19.

"Karena kita bicara menjaga daya beli masyarakat atau bisa dibilang konsumsi rumah tangga berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi itu sudah sangat jelas mana yang perlu diprioritaskan," kata dia.

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka Besok, Kuota Kartu Prakerja Gelombang 4 Capai 800.000 Orang

"Dan saat ini menurut saya apa pun yang sifatnya berbentuk uang cash sangat membantu masyarakat yang sangat membutuhkan khususnya masyarakat berpendapatan rendah," sambungnya.

Mengenai waktu yang tepat kapan peluncuran Kartu Pra-Kerja di pertengahan tahun 2021. "Kartu Pra-Kerja seharusnya kalau bisa paling optimal mid 2021 atau setelah kuartal II 2021 yang menurut saya sangat ideal sekali, dengan asumsi bahwa gelombang kedua dan ketiga pandemi Covid ini tidak terjadi," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini