Pengembangan Infrastruktur Panas Bumi Terhalang Medan yang Sulit

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 320 2260262 pengembangan-infrastruktur-panas-bumi-terhalang-medan-yang-sulit-5FGyPBb9LT.jpg Panas Bumi (Shutterstock)

JAKARTA - Sektor panas bumi harus terus dikembangkan. Pemerintah dinilai harus mempercepat pembangunan infrastruktur.

Senior Advisor INAGA dan API Abadi Poernomo menegaskan, hal ini karena investor dan pengembang panas bumi terhalang oleh kondisi geografis Indonesia.

 Baca juga: Investasi Panas Bumi Sangat Mahal, Tingkat Kesuksesan Tidak Tinggi

"Pembangunan infrastruktur harus dipercepat. Titik-titik energi panas bumi kita terletak di remote areas, dan kondisi geografisnya cukup sulit," ujar Abadi dalam Market Review IDX Channel Live di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Untuk bisa mengembangkan proyek panas bumi dengan baik, pihak developer butuh akses transportasi yang memadai. Indonesia dinilai sangat potensial, dengan potensi panas bumi sebesar 23 Gigawatt, menduduki posisi 2 teratas dunia setelah Amerika Serikat.

 Baca juga: 16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

"Dari negara-negara itu, yang berbeda adalah biaya pengembangan. Tentu biaya pengembangan ini akan lebih berkurang jika infrastrukturnya memadai," ungkap Abadi.

Dia mengatakan, biaya pengembangannya berbeda karena di negara-negara seperti AS dan New Zealand, akses transportasi untuk titik panas buminya dipermudah dengan adanya infrastruktur.

"Seperti di New Zealand, field panas bumi itu di sebelah kiri dan kanan jalan besar, jadi mudah transportasinya," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini