"Tapi perjalanan cintanya dinodai oleh Covid-19, jadi ga tau hasil akhirnya apa, tapi kami berharap perjalanan cintanya masih cukup menyenangkan, apapun yang terjadi kita selalu berusaha, berinovasi, kreatif untuk bisa mencapai tujuan kami," ucap Sandra.
Strategi ketiga, dia menyebut hal yang dilakukan ini masih sama dari tahun ke tahun, dimana perseroan selalu berusaha melakukan peningkatan margin. Salah satu caranya dengan meningkatkan jumlah toko milik sendiri.
"Kita juga coba memperpendek chanel distribusi kita, kita gunakan bantuan teknologi dan juga kita melakukan inovasi produk supaya margin ini semakin meningkat," tuturnya.

Untuk diketahui, kinerja keuangan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan perhiasan emas ini mencatatkan hal yang positif. Direktur Keuangan Hartadinata Abadi, Ong Deny mengatakan, pendapatan perseroan di tahun 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 17,8% atau meningkat Rp490 miliar dari sebelumnya Rp2,74 triliun menjadi Rp3,24 triliun. Seiring pertumbuhan pendapatan dari perseroan, laba usaha perseroan juga meningkat cukup tinggi sampai dengan 24% atau meningkat sebesar Rp50 miliar dari Rp208 miliar menjadi Rp258 miliar.
Untuk laba sebelum pajak pertumbuhannya sedikit lebih rendah dari laba usaha karena beban bunga yang harus diemban perseroan di tahun 2019 sehingga laba sebelum pajak peningkatannya 20,5% atau meningkat Rp34 miliar dari Rp166 miliar ke Rp200 miliar.
"Di tahun 2019, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp150 miliar atau meningkat 20,9% dari tahun sebelumnya," ujar Deny.