Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Emiten Pedagang Emas Mau Buka Usaha Gadai di Tengah Corona

Aditya Pratama , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |16:36 WIB
Emiten Pedagang Emas Mau Buka Usaha Gadai di Tengah Corona
Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

Dia menambahkan, dari sisi posisi keuangan, aset lancar perseroan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 53,4% dari Rp1,4 triliun menjadi 2,1 triliun. Sedangkan, dari aset tidak lancar ada peningkatan karena fix asset tidak terlalu besar untuk di bisnis perseroan, sehingga peningkatan hanya 8,4% atau Rp9 miliar dari Rp107 miliar menjadi Rp116 miliar.

"Secara total, aset kami meningkat sebesar 50,3% dari tahun lalu, pertumbuhannya sebesar Rp774 miliar dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,3 triliun," kata dia.

Dari liabilitas dan ekuitas, dia menjelaskan bahwa liabilitas jangka pendek HRTA turun sebesar -43,8% atau turun Rp170 miliar dari Rp388 miliar menjadi Rp218 miliar. Hal ini karena beban utang pajak yang lebih rendah di tahun 2019 dan juga adanya pembayaran utang jangka pendek kepada Bank BNI. Selain itu, liabilitas jangka panjang perseroan meningkat cukup tinggi sebesar Rp826 miliar dari Rp56 miliar menjadi Rp882 miliar.

"Hal ini karena di tahun 2019 perseroan menerbitkan MTN sebesar Rp250 miliar di bulan April 2019 dan obligasi tahap satu di Desember 2019 sebesar Rp600 miliar. Dari sisi ekuitas, karena laba bersih perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,8% atau Rp118 miliar dari Rp1,09 triliun menjadi Rp1,21 triliun," ucapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement