Merintis Usaha Sepeda Bekas Berawal dari Barang Rongsokan

Afsah, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 320 2260913 merintis-usaha-sepeda-bekas-berawal-dari-barang-rongsokan-aI9O3LMAZT.jpg Sepeda (Foto: Okezone.com)

ACEH - Demam bersepeda di tengah pandemi covid-19 kini mulai merambah ke sejumlah daerah, termasuk di Aceh. Tingginya permintaan membuat seorang pedagang di Kabupaten Aceh Barat sulap sepeda bekas menjadi baru.

Tren bersepeda santai di tengah pandemi covid-19, kini mulai membius para remaja di Aceh. Mulai dari anak-anak hingga remaja. Sehingga membuat permintaan sepeda pun semakin meningkat.

Baca Juga: Memulai Bisnis Jangan Kebanyakan Teori, Idenya Bisa Dicolong

Tingginya permintaan sepeda ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang, seperti di Kabupaten Aceh Barat, terdapat seorang pedagang sulap sepeda bekas menjadi baru. Sepeda yang di sulap bervariasi, mulai dari sepeda anak-anak hingga dewasa.

Pedagang sepeda ini sengaja melakukan modifikasi sepeda di tengah pandemi saat ini, alasannya pun sederhana, yakni untuk meringankan beban warga yang kini mulai demam bersepeda.

Baca Juga: Bermula dari Menjual Barang Orang, Ini Rahasia Sukses Bisnis Keripik Pedas

Tak hanya itu, ide merintis usaha penjualan sepeda bekas ini bermula dari pekerjaannya sebagai pembeli barang rongsokan keliling selama tujuh tahun.

Jenis sepeda bekas yang paling banyak diburu warga yaitu jenis BMX, sebab bisa menempuh jarak jauh sehingga dapat meningkatkan kebugaran tubuh, apalagi di tengan pandemi covid-19 ini.

Harga yang ditawarkan dari sepeda jenis yang di jual jauh lebih murah dari harga pasaran. Berkisar dari Rp150.000 hingga Rp950.000 per sepedanya.

Pedagang sepeda yang bernama Ahmad Yudi tersebut mengaku, selama pandemi covid-19 minat warga membeli sepeda bekas justru meningkat, dan harga sepeda bekas yang dijual pun jauh lebih murah.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini