Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis

Fakhri Rezy , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2020 |11:58 WIB
10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis
Presiden Jokowi di Sidang tahunan 2020 (Foto: Biro Pers)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Jokowi telah menyampaikan pidato kepresidenannya saat Sidang Tahunan MPR 2020. Banyak beberapa hal yang disampaikan terutama soal perekonomian.

Apalagi, di tengah dampak virus Corona atau Covid-19 yang membuat dampak ke kesehatan hingga sosial ekonomi. Jokowi pun dalam pidatonya memaparkan strategi-strategi besarnya dalam menghadapi dampak-dampak tersebut.

Mengutip Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPRD dalam Rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020), berikut poin-poin soal ekonomi yang disampaikan Jokowi:

1. Krisis Perekonomian

"Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17%. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan," ujar Jokowi.

2. Ekonomi di Dunia Sedang Hang

"Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harusmelakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-settingulang semua sistemnya," ujar Jokowi.

3. Momentum Krisis Jadi Peluang Lompatan Besar

"Saya menyambut hangat seruan moral penuhkearifan dari para ulama, para pemuka agama, dantokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentummusibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baruuntuk melakukan sebuah lompatan besar.

Inilah saatnya kita membenahi diri secarafundamental, melakukan transformasi besar,menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidangekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan,termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untukmelakukan lompatan-lompatan besar.

Pada usia ke-75tahun ini, kita telah menjadi negara Upper MiddleIncome Country. 25 tahun lagi, pada usia seabadRepublik Indonesia, kita harus mencapai kemajuanyang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju," ujarnya.

4. Gerak Cepat Penanganan Ekonomi Imbas Covid-19

"Kita harus melakukan reformasi fundamentaldalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatankita diuji. Kita harus mengevakuasi Warga NegaraIndonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok. Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokolkesehatan. Semuanya harus dilakukan secara cepat, dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak padaperekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak: memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melaluibantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskontarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji; membantu UMKM untuk memperoleh restrukturisasi kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu pembelian produk-produk mereka; membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja. Sesuatu yang tidak mudah," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement