8. Kemandirian Energi
"Upaya besar juga telah dan sedang dilakukanuntuk membangun kemandirian energi. Tahun 2019,kita sudah berhasil memproduksi dan menggunakanB20. Tahun ini kita mulai dengan B30, sehingga kita mampu menekan nilai impor minyak kita di tahun2019.
Pertamina bekerja sama dengan para peneliti telahberhasil menciptakan katalis untuk pembuatan D100,yaitu bahan bakar diesel yang 100% dibuat dariminyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di duakilang kita. Ini akan menyerap minimal 1 juta tonsawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20ribu barel per hari.Hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran. Batu bara diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi,dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimiayang memasok produk industri hilir bernilai tambahtinggi.
Biji nikel telah bisa diolah menjadi ferro nikel,stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkanmenjadi bahan utama untuk baterai lithium. Hal iniakan memperbaiki defisit transaksi berjalan kita, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil. Hal ini akan membuat posisiIndonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia,dan produsen teknologi di masa depan," ujarnya.
9. Pembangunan Kawasan Industri
"Prinsip yang sama juga kita gunakan dalam membangun kawasan-kawasan industri lainnya, termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantaiutara Jawa. Kawasan Industri Batang serta Subang-Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang untuk mampu mengundang investasi berkualitas, yang bersinergi dengan UMKM kita, yangmemberikan nilai tambah signifikan untuk perekonomian nasional, serta menyerap tenaga kerjadalam jumlah besar.
Kawasan industri serupa juga akan dibangun diberbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat danUMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri," ujarnya.
10. Penciptaan Lapangan Kerja
"Ekosistem nasional yang kondusifbagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas haruskita bangun. Penataan regulasi harus kita lakukan.Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yangmenjebak semua pihak dalam risiko harus kita sudahi. Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomiannasional yang adil, untuk kepentingan yang sudah bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja,untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya. Kita ingin semua harus bekerja. Kita ingin semuasejahtera," ujarnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.