JAKARTA - Forbes merilis perusahaan-perusahaan terbuka terbaik dengan pendapatan di bawah USD1 miliar atau sekitar Rp14,8 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD) yang berada di Kawasan Asia-Pasifik. Di antara nama-nama besar, ada beberapa perusahaan yang berasal dari Indonesia.
Perusahaan-perusahaan ini memiliki rekam kinerja yang luar biasa. Kriteria tersebut memastikan keragaman geografis perusahaan dari seluruh kawasan.
Dengan menggunakan metrik baik kuantitatif maupun kualitatif, daftar akhir 200 benar-benar merupakan kelompok terpilih.
Mengutip dari Forbes, Selasa (18/8/2020), berikut adalah 13 perusahaan terbuka terbaik asal Indonesia yang memiliki pendapatan di bawah Rp14,8 triliun. Berikut daftarnya:
1. PT Akindo Naratama
PT Alkindo Naratama Tbk bergerak dalam pembuatan dan penjualan honeycomb board, papercore, dan papertube. Perusahaan ini mencatatkan penjualan sebesar USD78 juta atau sekitar Rp1,15 triliun.
Baca Juga: Bye, Pizza Hut Akan Tutup 300 Gerai
2. PT Arwana Citramulia
PT Arwana Citramulia Tbk bergerak dalam pembuatan dan penjualan produk ubin, granit, dan keramik. Ini beroperasi melalui segmen Manufaktur dan Distribusi. Perusahaan didirikan oleh Tandean Rustandy pada tanggal 22 Februari 1993 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini berhasil mencatatkan penjualan sebesar USD152 juta atau Rp2,2 triliun.
3. PT Indonesian Paradise Property Tbk
Perusahaan ini bergerak dalam pengembangan, pengoperasian, dan pengelolaan properti real estat. Portofolio propertinya mencakup resor gaya hidup, pusat perbelanjaan, hotel, dan pusat hiburan.
Baca Juga: Pizza Hut di AS Bangkrut, Beda dengan Indonesia
Perusahaan didirikan oleh Franciscus Xaverius Boyke Gozali pada tanggal 14 Juni 1996 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini mencatatkan penjualan USD64 juta atau sekitar Rp950 miliar.
4. PT Jasuindo Tiga Perkasa
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk bergerak di bidang pencetakan dokumen dan kartu kredit. Perusahaan Ini beroperasi melalui segmen Keamanan dan Non-Keamanan.
Perusahaan didirikan pada 10 November 1990 dan berkantor pusat di Sidoarjo, Indonesia. Perusahaan mencatatkan penjualan USD102 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
5. PT Pakuwon Jati
Pengembang real estat Indonesia ini kembali ke daftar tahun ini, setelah portofolionya yang terdiversifikasi membantu laba tahun 2019 naik 7% menjadi Rp2,7 triliun atau sekitar USD192 juta.