Bye, Pizza Hut Akan Tutup 300 Gerai

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 320 2263729 bye-pizza-hut-akan-tutup-300-gerai-FbSLEVrDGX.jpg Pizza Hut (Shutterstock)

JAKARTA - Pizza Hut akan menutup hingga 300 gerainya secara permanen. Hal tersebut ditandai setelah pemegang waralaba terbesar restoran Pizza Hut di Amerika Serikat (AS) yakni NPC International mengumumkan kesepakatannya bersama Yum Brands untuk menutup seperempat gerai Pizza Hut dan akan menjual sisa restoran yang ada di Amerika Serikat.

NPC juga akan menjual 927 lokasi Pizza Hut yang tersisa untuk dijual. NPC ini sebenarnya sudah mengajukan perlindungan kebangkrutan 11 pada awal Juli setelah berjuang dengan beban utangnya sekitar USD1 miliar atau Rp14,8 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD)

 Baca juga: Pizza Hut di AS Bangkrut, Beda dengan Indonesia

Saat ini sebanyak 1.227 lokasi Pizza Hut NPC menyumbang 18% dari 6.700 lokasi gerai di AS. Saat ini, portofolio yang tersisa dari NPC International mencakup 6.500 restoran Wendy di AS.

Karyawan di restoran Pizza Hut yang ditutup yang dioperasikan oleh NPC akan dipindahkan ke lokasi yang berkinerja lebih baik.Namun, NPC belum membuat keputusan akhir tentang lokasi mana yang akan ditutup atau waktu penutupan.

 Baca juga: Pizza Hut, Waralaba Terbesar di AS Terancam Bangkrut

“Jika NPC melakukan penjualan bisnis Pizza Hutnya, fokus Pizza Hut adalah memastikan bahwa kepemilikan baru membawa ke restoran Pizza Hut NPC struktur permodalan yang kuat, neraca yang sehat, komitmen terhadap keunggulan operasional, dan mindset berkembang,” ujar seorang juru bicara Pizza Hut, mengutip CNBC, Selasa (18/8/2020).

Pizza Huts yang tutup memiliki kinerja yang buruk. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, kini Pizza Huts mencoba untuk mengubah imej dari restoran untuk makan malam menjadi restoran pengiriman ditambah dengan adanya pandemi virus corona.

Pizza Hut sendiri kini melaporkan penjualan rata-rata tertinggi untuk pengiriman dan pelaksanaan dalam delapan tahun terakhir selama bulan Mei.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini