Harga Udang Mahal saat Pandemi, Menteri Edhy: Tingkatkan Produksi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 320 2264414 harga-udang-mahal-saat-pandemi-menteri-edhy-tingkatkan-produksi-ObJWAhtzJK.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok KKP)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong agar produksi udang di Indonesia dapat ditingkatkan. Pasalnya, produksi udang di tanah air dalam setahun belum mencapai 1 juta ton, sedangkan kebutuhan dunia sampai 13 juta ton.

"Ini potensi yang besar. Di masa pandemi udang dengan ukuran 100 ekor per kg menuju Rp50.000, lebih mahal Rp20.000 dibanding harga sebelum covid," kata Edhy dalam Soft Launching Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Perikanan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

 Baca juga: Sibuk Debat soal Lobster, Menteri Edhy: Masih Banyak Potensi Laut yang Lain

Ia menyampaikan, saat pandemi pihaknya tidak menghentikan sedikitpun produksi udang. Sebab, pasar udang di dalam belum dikapitalisasi oleh pelaku usaha dalam negeri.

"Potensi udang di Indonesia masih terbuka lebar, namun masih diperlukan budidaya udang dengan baik agar produksi udang meningkat," jelasnya.

 Baca juga: Selain Lobster, Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Juga Budi daya Teripang hingga Kerapu

Dia mengungkapkan, salah satu penyebab tidak berkembangnya udang di Indonesia, karena pembudidaya masih dihantui resiko budidaya udang. Salah satunya adalah tentang penyakit.

"Berbeda dengan ikan, udang mengalami 7 kali ganti kulit yang menyebabkan tambak mudah kotor, sehingga banyak yang khawatir akan kesehatan dari udang tersebut jika dikonsumsi," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, lanjut Edhy, KKP sudah ada Gugus Tugas yang dibentuk mengamankan dan mengawasi pengelolaan tambak. Terutama dari budidaya udang.

"Memang benar tidak mudah budidaya udang tapi juga tidak sulit, karena ada mekanismenya ada teknologinya karena udang dengan ikan lele beda," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini