Menperin Targetkan Substitusi Impor hingga 35% pada 2022

Ferdi Rantung, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 320 2265674 menperin-targetkan-substitusi-impor-hingga-35-pada-2022-A3mg69GUA8.jpg Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian fokus menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35% pada tahun 2022 sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional. Guna mewujudkan sasaran tersebut, antara lain melalui peningkatan investasi baru, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, serta optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Kondisi pandemi Covid-19 membuat kita menyadari perlunya pendalaman struktur industri. Sehingga perlu upaya tepat untuk mengatasi ketergantungan impor,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2020).

Baca Juga: Duh, Ekspor Indonesia Turun 9,9% Jadi USD13,73 Miliar di Juli 2020

Dalam hal ini, Kemenperin akan berkolaborasi dengan para stakeholder atau kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun kebijakan dan peraturan dalam membangun ekosistem industri yang kondusif, sehingga meningkatkan kemandirian sektor manufaktur dalam negeri.

Menurut Menperin, pihaknya telah memetakan sektor-sektor yang perlu dipacu dalam target substitusi impor tersebut, di antaranya industri mesin, kimia, logam, elektronik, dan kendaraan bermotor.

“Langkah ini dijalankan secara simultan dengan upaya peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan dengan target hingga mencapai 85% di tahun 2022,” jelasnya.

Baca Juga: Mengandung Bakteri, 1,5 Ton Benih Sawi Putih Asal Korsel Dimusnahkan

Namun demikian, Agus menekankan, pihaknya tidak anti-impor. Artinya, selama produk-produk yang belum bisa dihasilkan oleh industri di dalam negeri, seperti bahan baku dan barang modal, masih boleh dipasok dari luar negeri.

“Jadi, industri yang menghasilkan substitusi impor ini yang akan kami dorong untuk tumbuh. Kami proaktif menarik investasi baru di sektor-sektor tersebut,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini