JAKARTA - Para pengusaha pusat perbelanjaan memberikan pesta diskon pada bulan ini yang bertajuk Hari Belanja Diskon Indonesia (2020). Pesta diskon ini akan berlangsung hingga akhir Agustus 2020 mendatang.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan maraknya pesta diskon ini harus bisa disiasati dengan benar. Salah satu caranya adalah dengan membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang keinginan.
Jika tak bisa membedakan, justru akan menjadi bumerang bagi keuangan. Karena justru uang yang sudah disiapkan untuk belanja, digunakan untuk membeli barang-barang yang justru tidak terlalu diperlukan.
Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu
"Kuncinya adalah kebutuhan dan keinginan. Kuncinya adalah dia harus benar-benar bisa bedakan, ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/8/2020).
Sebagai salah satu contohnya adalah ketika membeli handphone. Secara pribadi dirinya memang sangat menginginkan handphone atau bahkan bisa dibilang penggemar berat handphone.
Safir menjelaskan, kebutuhan adalah ketika barang tersebut tidak dibeli maka akan mengganggu kehidupan. Sedangkan keinginan adalah ketika barang tersebut tidak dibeli, tidak akan berpengaruh apa-apa pada kehidupan.
Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja
Namun jika keinginan tersebut terus dipenuhi maka tidak akan ada habisnya. Karena model handphone atau gadget lainnya akan terus berubah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.
"Saya kasih contoh, saya tau ko handphone itu bagus, dia baru launching pula. Saya juga gila juga sama laptop. Saya senang juga sama laptop yang dibalik. Tapi waduh kalau saya turuti enggak habis-habis. Apalagi handphone pergerakannya cepat banget," jelasnya.
Safir pun mencoba menganalisis untung ruginya, misalnya jika membeli handphone sekarang maka yang dipuaskan hanya keinginan. Namun jika tidak dibeli sekarang maka tidak berpengaruh apa-apa terhadap hidupnya.