Menteri Basuki: Industri Properti Perlu Relaksasi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 470 2265733 menteri-basuki-industri-properti-perlu-relaksasi-UWcpeVNmj7.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Sejak dibukanya aktivitas ekonomi oleh pemerintah, permintaan kredit pemilikan rumah mulai kembali tumbuh. Untuk meningkatkan hal itu, perlu adanya relaksasi regulasi agar menggairahkan sektor ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pelayanan sektor perumahan harus dipercepat supaya sektor properti bisa semakin bergairah. Menurutnya relaksasi regulasi diperlukan untuk melindungi konsumen.

Baca juga: Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat, Penjualan Anjlok 25%

"Saya mendukung adanya relaksasi regulasi untuk mempercepat pelayanan dan keuangan. Tapi untuk kualitas perumahan jangan direlaksasi" kata Basuki dalam pembukaan pameran Indonesia Property Virtual Expo 2020 bank BTN secara virtual, Sabtu (22/8/2020).

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan permintaan rumah sudah mulai mengalami kenaikan pada Juni 2020 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Untuk rumah bersubsidi naik hingga 75%, sedangkan rumah non-subdisi naik kurang lebih 30%.

"Ini momentum positif bagi sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh dengan aktivitas perekonomian." ujar Pahala.

Baca juga: Fakta Penjualan Properti di Bawah Rp1,5 Miliar Laris hingga Subsidi KPR

Untuk diketahui, Bank BTN menggelar pameran Indonesia Property Expo (IPEX) Virtual 4D 2020 mulai 22 Agustus hingga 30 September mendatang. Dalam pameran yang diramaikan oleh 220 developer ini, bank BTN menargetkan 2 juta pengunjung.

"Saya senang dengan kegiatan ini. kita harus menggerakkan sektor properti sekuat tenaga, karena nantinya akan mempengaruhi aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan industri ini." pungkas Basuki .

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini