Laba Bersih BRI Syariah Meroket 229% Jadi Rp117,2 Miliar di Semester I-2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 278 2266405 laba-bersih-bri-syariah-meroket-229-jadi-rp117-2-miliar-di-semester-i-2020-ur8fblGwLO.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) mencatat laba bersih sebesar Rp117,2 miliar pada semester I 2020. Angka ini tumbuh 229,6% secara tahunan (YoY).

Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi menyebut, capaian perseroan karena ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang pertumbuhan dana murahnya (giro dan tabungan) mencapai 90,79%sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (Case Ratio) hingga mencapai 54,34%.

"Pertumbuhan ini menandakan BRI Syariah yang terus mencari peluang di tengah pemberlakuan transisi pembatasan sosial berskala besar. Kami tetap harus tumbuh untuk menjaga keberlangsungan bisnis yang dilakukan secara selektif agar menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Fahmi dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: BRI Kantongi Laba Bersih Rp10,2 Triliun pada Semester I-2020 

Dalam paparannya, Fahmi menjelaskan, dari sisi DPK dan pengendalian biaya dana bahwa peningkatan Case ratio telah berhasil menurunkan beban biaya dana dari 4,72% di 2019 menjadi 3,67% di kuartal II 2020 menjadi 3,67%.

Lebih jauh, capaian laba BRI Syariah juga didorong oleh pendapatan penyaluran dana yang mencapai Rp1,94 triliun atau tumbuh 19,75% secara tahunan. Selain itu, bagi hasil untuk pemilik dana investasi sebesar Rp523,83 miliar, turun 16,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Kemudian, pendapatan setelah distribusi bagi hasil mencapai Rp1,42 triliun atau tumbuh 43,03 persen yoy. Laba operasional tumbuh 257,41% yoy, dari Rp57,83 miliar menjadi Rp206,69 miliar.

"Pada kuartal ke-II 2020, kami juga menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,4 triliun atau tumbuh 55.92% yoy. Di mana, segmen ritel menjadi penopang pertumbuhan pembiayaan untuk memberikan imbal hasil yang cukup maksimal," kata dia.

Pada kuartal II tahun perusahaan menyalurkan Rp5,4 triliun untuk segmen mikro yang tumbuh paling tinggi dan menjadi kontributor terbesar. Selain segmen mikro, pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh penyaluran pembiayaan kecil menengah dan kemitraan sebesar Rp2,2 triliun. Selanjutnya, penyaluran kredit konsumer pada pada periode yang sama yang mencapai Rp2,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini