Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Uang Khusus Rp75.000 untuk Investasi, Harga Sulit Ditentukan

Safira Fitri , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2020 |09:39 WIB
   6 Fakta Uang Khusus Rp75.000 untuk Investasi, Harga Sulit Ditentukan
Uang Pecahan Rp75.000 (Foto: Website Bank Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia mengeluarkan uang edisi kemerdekaan senilai Rp75.000. Uang yang dikeluarkan setiap 25 tahun sekali ini hanya ada sekitar 75 juta lembar saja.

Bagi beberapa orang, uang edisi kemerdekaan ini menjadi barang yang menarik untuk investasi. Karena di masa mendatang, uang tersebut bisa dijual dengan harga yang mahal.

Terkait hal tersebut, berikut fakta-fakta mengenai uang khusus senilai Rp75.000 untuk investasi yang berhasil dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: Sah! HUT ke-75 RI, Uang Khusus Pecahan Rp75.000 Resmi Diluncurkan 

1. Tergantung Situasi

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, menarik atau tidaknya uang Rp75000 untuk investasi ini tergantung dari situasinya. Jika memang dijual pada orang yang memang hobi koleksi barang antik maka akan mahal harganya.

Apalagi jika dijualnya di masa mendatang yang mana uang tersebut akan menjadi sesuatu yang istimewa.

 

2. Sebagai Barang Koleksi

"Kalau barang koleksi tergantung situasi dan kondisi. Karena namanya barang koleksi barang apaan sih. Tapi buat orang lain ada yang berani bayar mahal untuk itu. Boleh boleh aja. Jadi ketika mereka mau jual pastikan mereka cari orang yang memang orang kolektor barang tersebut," ujar Andi Nugroho

Andi juga mengatakan, karena biasanya semakin langka dan tua suatu barang akan dibeli dengan harga mahal oleh kolektor.

3. Tingkat Risiko Tinggi

"Tapi buat para kolektor yang ngerti sejarah itu dihargai tinggi sehingga risikonya tinggi. Karena dia tidak likuid kemudian juga tidak ada standar harga jual. Jadi ditentukan oleh selera like or dislike. Kemudian nilai sejarahnya," ucap Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini.

 

4. Perlu Pikir Dua Kali

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, jika memang ingin investasi uang edisi kemerdekaan hendaknya berpikir dua kali. Karena menurutnya harga jual kembali dari uang tersebut sulit diprediksi dan dipantau.

 

5. Hanya Dicetak 75 Juta Lembar

Penerbitan mata uang baru senilai Rp75.000 bukanlah mencetakkan uang yang ditujukan untuk beredar bebas di masyarakat.

"Mata uang ini berbentuk uang kertas pecahan nominal Rp75.000 dengan jumlah lembar yang dicetak sebanyak 75 juta yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah dan Gubernur Bank Indonesia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

 

6. Harga Sulit Ditentukan

Menurut Mike Rini, salah satu yang menjadi kekurangan apabila menjadikan uang Rp75.000 sebagai investasi adalah harga dari barang tersebut sulit untuk ditentukan. Apalagi jika menjualnya ke orang-orang yang tidak memiliki latar belakang atau suka mengoleksi barang antik.

"Tapi siapa yang akan menentukan nilainya? Tentunya orang yang memang yang suka mengoleksi. Buat orang yang enggak suka mengoleksi barang itu mah itu enggak ada nilainya kan cuma uang zaman dulu," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement