Kenaikan Harga Rokok Ditentukan Akhir September

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 20 2267217 kenaikan-harga-rokok-ditentukan-akhir-september-AjavKD5zOa.jpg Rokok (Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Jendral Bea Cukai bakal kembali menaikan tarif cukai rokok di 2021. Pasalnya, saat ini sedang dalam pengkajian.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, masih mengkaji besaran kenaikan harga rokok.

 Baca juga: Hitung-hitungan Kenaikan Tarif Cukai Rokok, dari Petani hingga Keuangan Negara

"Kalau secara historis biasanya kita Kemenkeu umumkan akhir September atau awal Oktober dan akan konsisten dengan sebelum-sebelumnya," kata Heru dalam APBN Kita secara virtual, Selasa (25/8/2020).

Dia melanjutkan, dalam menentukan tarif cukai rokok mempertimbangkan banyak hal. Di antaranya masalah kesehatan, industri termasuk para petani cengkeh dan tembakau serta adanya potensi rokok ilegal.

 Baca juga: Penyederhanaan Tarif Cukai Jadi Angin Segar Buat Emiten Rokok

"Kita menentukan tarif selalu pertimbangkan kesehatan, industri termasuk petani cengkeh, tembakau, penerimaan itu sendiri dan adanya potensi rokok ilegal," jelasnya.

Sebagai informasi, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp109,06 triliun atau sudah mencapai 53,02% dari target atau tumbuh sebesar 3,71% per akhir Juli 2020.

Sementara itu, target penerimaan cukai tahun 2021 meningkat 3,6% dibandingkan outlook tahun anggara 2020. Target penerimaan cukai di 2021, terdiri atas cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp l172,75 triliun, sisanya ditargetkan pada pendapatan cukai MMEA, cukai EA, dan penerimaan cukai lainnya sebesar Rp5,71 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini