Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amar Bank Tebar Dividen Rp30,7 Miliar di Tengah Covid-19

Kunthi Fahmar Shandy , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2020 |17:42 WIB
Amar Bank Tebar Dividen Rp30,7 Miliar di Tengah Covid-19
Rupiah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 50% dari laba tahun berjalan. Sebesar Rp30,7 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 25 September 2020 kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 7 September 2020.

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, Amar Bank terus berupaya beradaptasi dan mengantisipasi dampak pandemi untuk memastikan keberlanjutan bisnis.

"Berbagai langkah preventif dilakukan perseroan seiring dengan peningkatan risiko kredit sebagai dampak perlambatan di sektor ekonomi," katanya saat konferensi pers virtual di Jakarta Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Pinjaman Online Capai Rp113,46 Triliun Selama Covid-19 

Di tengah pandemi, perseroan tetap fokus dalam membantu masyarakat dan mendukung sektor mikro di Indonesia dengan penyaluran kredit yang selektif serta berpatokan pada prinsip kehati-hatian melalui Tunaiku sehingga perseroan tetap bisa mempertahankan NIM atau marjin bunga bersih sebesar 18,49%.

“Dengan hadirnya inovasi mobile-only intelligent bank Senyumku, kami berharap produk baru ini dapat menjadi angin segar dan bersama Tunaiku dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perseroan dan mempertahankan kinerja positif perseroan ke depan seiring dengan komitmen kami untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkap Vishal Tulsian.

Total Aset Amar Bank Naik 13 Kali Lipat
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2020, total aset perseroan mencapai Rp3,1 triliun, meningkat signifikan lebih dari 13 kali lipat dari tahun 2014 sebesar Rp231 miliar. 
Sementara itu, total ekuitas dan simpanan nasabah per Juni 2020 juga menunjukkan kinerja positif. Total ekuitas perseroan mencapai Rp1,09 triliun dan simpanan nasabah mencapai Rp1,7 triliun.
 
Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan penyaluran kredit yang dilakukan perseroan juga terus meningkat. Perseroan mencatat penyaluran kredit sepanjang 2020 hingga Juni mencapai Rp1,9 triliun, meningkat dibandingkan dari tahun 2014 sebesar Rp59 miliar. 
"Peningkatan penyaluran kredit tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar Rp323 miliar, meningkat 78,14% dari bulan Juni tahun sebelumnya sebesar Rp181,5 miliar," kata Vishal. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, pendapatan bunga bersih tersebut meningkat lebih dari 21 kali lipat dari Rp15 miliar.
 
Perekonomian Indonesia dan global yang saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19 mempengaruhi hampir semua sektor industri, tidak terkecuali industri perbankan. 
"Tantangan tersebut turut mempengaruhi pencapaian laba bersih tahun berjalan perseroan yang terkoreksi 21,7% menjadi sebesar Rp20,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," ungkap dia. 
Hal tersebut terutama dikarenakan perlambatan bisnis dan peningkatan CKPN selama kuartal kedua 2020. Di lain pihak, perseroan menjaga likuiditas yang solid, tercermin dari rasio CAR 51,02%. 
 

Total Aset Amar Bank Naik 13 Kali Lipat

 
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2020, total aset perseroan mencapai Rp3,1 triliun, meningkat signifikan lebih dari 13 kali lipat dari tahun 2014 sebesar Rp231 miliar. 


Sementara itu, total ekuitas dan simpanan nasabah per Juni 2020 juga menunjukkan kinerja positif. Total ekuitas perseroan mencapai Rp1,09 triliun dan simpanan nasabah mencapai Rp1,7 triliun. 

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan penyaluran kredit yang dilakukan perseroan juga terus meningkat. Perseroan mencatat penyaluran kredit sepanjang 2020 hingga Juni mencapai Rp1,9 triliun, meningkat dibandingkan dari tahun 2014 sebesar Rp59 miliar. 


"Peningkatan penyaluran kredit tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar Rp323 miliar, meningkat 78,14% dari bulan Juni tahun sebelumnya sebesar Rp181,5 miliar," kata Vishal.

Jika dibandingkan dengan tahun 2014, pendapatan bunga bersih tersebut meningkat lebih dari 21 kali lipat dari Rp15 miliar. Perekonomian Indonesia dan global yang saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19 mempengaruhi hampir semua sektor industri, tidak terkecuali industri perbankan. 


"Tantangan tersebut turut mempengaruhi pencapaian laba bersih tahun berjalan perseroan yang terkoreksi 21,7% menjadi sebesar Rp20,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," ungkap dia. 


Hal tersebut terutama dikarenakan perlambatan bisnis dan peningkatan CKPN selama kuartal kedua 2020. Di lain pihak, perseroan menjaga likuiditas yang solid, tercermin dari rasio CAR 51,02%.  

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement