Meleset dari Target, Realisasi Investasi Minerba Diprediksi Hanya USD5,5 Miliar

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 320 2267701 meleset-dari-target-realisasi-investasi-minerba-diprediksi-hanya-usd5-5-miliar-FmDsqzMO4q.jpg Target Investasi Minerba Diprediksi Turun Akibat Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat harga komoditas pertambangan mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan diprediksi realisasi investasi mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini akan meleset dari target.

Berdasarkan data asosiasi, investasi minerba 2020 dinilai akan turun hingga 15% atau berada di kisaran USD5,5 miliar. Angka tersebut jauh di bawah target investasi minerba di awal 2020 yang mencapai USD7,749 miliar.

Baca Juga: Kepala BKPM Sanggupi Challenge Presiden Jokowi soal Investasi Rp213 Triliun

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia memproyeksi, realisasi investasi tersebut bisa lebih rendah dari 15%. Bahkan hanya mencapai 60% dari realisasi investasi tahun lalu.

Hal ini disebabkan wabah virus corona yang telah menghambat beberapa proyek serta aktivitas pertambangan yang mengakibatkan perlambatan sektor investasi tersebut.

"Saya proyeksi mungkin lebih rendah dari 15%, bahkan saya estimasi 60% dari realisasi tahun lalu melihat kondisi saat ini," ujarnya pada IDX Channel Market Review, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Tugas Khusus ke Luhut, Investasi Jangan Minus di Atas 5%

Hendra melanjutkan, hampir semua lini bisnis di sektor pertambangan mineral dan batu bara terdampak akibat pandemi Covid-19. Perusahaan yang dalam survival mode akan melakukan efisiensi secara ketat sehingga berpengaruh terhadap rencana investasi. Menurut dia, restrukturasi financial saat ini merupakan jalan terbaik bagi industri batubara.

"Kalau kita lihat perusahaan batu bara dalam survival mode melakukan pengurangan cost. Sejumlah perusahaan melakukan efisiensi pengurangan rasio batubara dan menegosiasikan juga dengan kontraktornya agar ditinjau kembali," ungkapnya.

Demikian juga dengan perusahaan mineral yang sedang berinvestasi. Dari sisi pembangunan smelter, Covid-19 telah menghambat dan mengubah jadwal pengerjaan. Menurut Hendra, perusahaan harus melihat nilai keekonomian dalam perubahakn situasi market sepert itu.

"Tentunya perusahaan-perusahaan juga membicarakan dengan para mitra. Restrukturisasi keuangan juga dilakukan agar bertahan. Baru nanti komitmen investasi yang dilakukan bisa dilaksanakan karena bagaimanapun juga profitabilitas dari perusahaan ini sangat penting, bukan hanya untuk perusahaan tetapi bagi negara akan mendapatkan pajak dari situ," jelasnya.

Dia menambahkan, dengan kondisi harga batu bara saat ini juga akan berpengaruh pada kinerja emiten perusahaan batubara yang diperkirakan bisa anjlok 20% hingga 50%. Untuk itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan-kebijakan untuk mendukung perusahaan ini bisa survive bahkan melanjutkan investasi.(fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini