Lagi Untung, Perusahaan Ini Malah PHK 1.000 Karyawan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268287 lagi-untung-perusahaan-ini-malah-phk-1-000-karyawan-1EvtSTUvp8.jpg Salesforce Berencana Mengurangi 1.000 Pekerja. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Salesforce memangkas sekitar 1.000 pekerja atau sekitar 2% dari keseluruhan karyawannya. Pemangkasan dilakukan ketika perusahaan mendapat keuntungan saat sahamnya naik 26%.

"Kami mengalokasikan kembali sumber daya untuk memposisikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. Ini termasuk merekrut dan mengarahkan beberapa karyawan untuk mengisi area strategis kami, dan menghilangkan beberapa posisi yang tidak lagi memetakan ke prioritas bisnis kami," ujar seorang juru bicara perusahaan, dilansir dari CNBC, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Khawatir PHK Massal, Pilot Mulai Belajar Terbangkan Drone

Menurutnya, karyawan yang terkena dampak pengurangan pegawai diberi waktu 60 hari untuk mencari pekerjaan baru di perusahaan. Akses ke sumber daya internal dipersilahkan dalam membantu pencarian kerja ini.

Dengan cara tersebut, jumlah pekerja yang akhirnya keluar diharapkan bisa jauh lebih sedikit dari 1.000 orang. Namun jika tidak mendapatkan, Salesforce memberikan pesangon dan membayar tunjangan selama enam bulan.

"Kami membantu mereka menemukan langkah selanjutnya dalam karier mereka, baik di dalam perusahaan kami atau peluang baru," kata juru bicara itu.

Baca Juga: Astaga, 14.510 Buruh di Semarang Jadi Pengangguran

Sebagai informasi, saham Salesforce melonjak lebih dari 26% pada perdagangan Rabu atau melampaui kenaikan 19% pada November 2008. Adapun naiknya saham tersebut setelah Salesforce melaporkan laba kuartalan sebesar USD2,63 miliar atau sekitar Rp38 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) dengan pendapatan USD5,15 miliar atau sekitar Rp75 triliun.

Pendapatan perusahaan pun naik 29% dari tahun sebelumnya. Di mana pada tahun ini total pendapatan USD20,7 miliar atau Rp304 triliun hingga USD20,8 miliar atau Rp305 triliun pada tahun fiskal saat ini.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini