Harpenas, PUPR Siapkan Program untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Agustina Wulandari , Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 11 2268862 harpenas-pupr-siapkan-program-untuk-mendukung-pemulihan-ekonomi-nasional-Li7nyDhmht.jpeg Foto: Dok.Kementerian PUPR

JAKARTA – Hampir seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian nasional menurun dan stagnan. Begitu pun dengan sektor perumahan yang berdampak karena Covid-19, seperti masyarakat yang kesulitan mencicil rumah, sehingga menyebabkan kredit macet yang terjadi pada sektor perbankan. Tak hanya itu, sektor perumahan pun menyebabkan pengembang terhambat dalam membangun.

Namun menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, sektor perumahan salah satu sektor yang dapat bertahan dan bangkit di tengah pandemi, sehingga perekonomian nasional dapat terjaga.

Dalam konferensi pers di Media Centre Gedung Utama Kementerian PUPR, Rabu (26/08/2020) Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Khamid menyampaikan bahwa jika sektor perumahan dan properti bangkit, maka industri perekonomian pun bangkit dan tenaga kerja dapat produktif kembali, khususnya di daerah-daerah karena program PUPR meliputi seluruh daerah Indonesia.

Dalam menghadapi dampak tersebut, Kementerian PUPR mengambil langkah strategis dengan meningkatkan program padat karya, realokasi dan refocusing anggaran, protokol pencegahan Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, sehingga para pengembang tetap bisa membangun, serta tambahan insentif perumahan bagi MBR Rp1,5 triliun untuk subsidi pembiayaan rumah.

Sementara itu, Khalawi juga mengungkapkan mengenai program Sejuta Rumah yang progresnya sudah hampir mencapai 270.000 selama 4 bulan dari April hingga Agustus. Namun, Khalawi optimis di akhir tahun ini MBR 75% tercapai dan di bulan September progresnya pun akan naik.

“Dukungan Kementerian PUPR terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun sudah dijalankan, seperti mempercepat pelaksanaaan kegiatan dan penyerapan anggaran ditjen perumahan dalam rangka mendorong realisasi belanja negara sebagai motor pemulihan ekonomi nasional, khususnya kegiatan padat karya (perumahan swadaya),” ujarnya.

Khalawi melanjutkan, selain itu, PUPR juga mendukung pemanfaatan produk rakyat / UKM dengan pengadaan Ruspin, Risha, Tandon, Biodigester dan PUPR juga mendukung pengembangan kawasan industri dengan membangun rusun untuk pekerja industry di Batang dan Subang.

“Jadi biasanya para pekerja industri menyewa di sekitar kawasan industri sehingga membuat kawasan industri itu terlihat kumuh. Untuk itu akan kita tata karena di kawasan industri itu ada aturan 30% untuk konservasi rumah pendudukan hunian bagi pekerja industri tersebut. untuk itu, akan disiapkan MoU antara PUPR, Perindustrian, Ketenagakerjaan, BPJS untuk mempercapat perumahan untuk pekerja,” ungkapnya.

Khalawi menambahkan program KSPN juga akan dilaksanakan di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang akan diubah di tahun ini menjadi kawasan yang setara dengan bangunan.

“Kita akan melakukan perubahan dan membangun, serta membedah rumah masyarakat yang rumahnya tidak layak kita ubah menjadi homestay-homestay, sehingga masyarakat bisa tinggal dan bisa menyewakan kamarnya untuk wisatawan. dengan adanya kspn ini diharapkan bisa menggerakan roda perekonomian di desa,” tutur Khalawi.

Sementara itu, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) juga menghadirkan produk berua aplikasi yang dapat diunduh melalui PlayStore untuk memudahkan para masyarakat mengakses pencarian rumah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan simplifikasi kebijakan diperlukan termasuk simplifikasi cara mendapatkan rumah. Dengan aplikasi Si Kasep, masyarakat mudah menemukan dan mendapatkan rumah yang diinginkan.

“Semua bisa diakses dari jarah jauh, jadi sangat memudahkan. Jadi dalam mengakses perumahan, kita tiadak ada batasan waktu, ruang jadi bebas dimanapun dan bisa langsung berinteraksi dengan bank-nya,” ujar Arief.

Ia mengungkapkan, selama bulan Agustus sudah ada 16.000 yang mendaftar di aplikasi Si Kasep. Pihaknya akan membuktikan dalam sehari tembus 1.000 dan itu merupakan hal yang luar biasa.

Masih dalam rangkaian Hari Perumahan Nasional (Harpenas), selain menyelenggarakan Pameran Virtual yang dapat diakses melalui www.harpenas.com, PUPR juga menggelar lomba foto, video, penulisan artikel, dan diisi dengan serial webinar yang sesuai dengan tema Hapernas tahun ini, yaitu Rumah #1.

Ketua Pelaksana Hapernas 2020 Muhammad Hidayat mengatakan Hapernas memberi kemudahan di bidang perumahan dan mengedukasi masyarakat, khususnya milenial untuk mengakes perumahan.

“PUPR menyiapkan berbagai macam subsidi dengan kemudahan mengakses melalui Si Kasep untuk masyarakat, terutama kaum milenial,” pungkasnya.***

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini