Share

Investasi Sukuk Ritel SR013, Cuma Modal Rp1 Juta Bisa Bantu Negara

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 622 2268832 investasi-sukuk-ritel-sr013-cuma-modal-rp1-juta-bisa-bantu-negara-dGHgmZr2eq.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman hari ini secara resmi membuka virtual launching penerbitan Sukuk Ritel SR013. Sukuk ini diterbitkan pemerintah melalui perusahaan penerbit SBSN Indonesia.

Dalam peluncurannya, Luky membeberkan sejumlah kemudahan bagi masyarakat untuk membeli sukuk ini.

"Dengan berbasis platform online, masyarakat bisa membeli sukuk ritel melalui handphone-nya 24/7," ujar Luky di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: Bidik Milenial, Ada Surat Utang Syariah dengan Kupon 7,4% 

SR013 ditawarkan mulai hari ini, 28 Agustus hingga 23 September 2020. Sukuk ini dijual dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Masyarakat bisa melakukan pembayarannya secara online melalui e-banking.

"Kami bekerjasama dengan 31 mitra distribusi, ada 16 bank umum dan 4 syariah, dengan perusahaan efek dan fintech company untuk memasarkan SR013," ungkap Luky.

SR013 menawarkan tingkat imbalan 6,05% per tahun. Penetapan hasil penjualan pada 28 September 2020 dan settlementnya pada 30 September 2020. Pembayaran kupon pertama pada 10 November 2020 (long coupon).

Sukuk SR013 Kantongi Label Syariah dari MUI

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjamin bahwa sukuk ritel SR013 yang diterbitkan hari ini mengantongi label syariah.

"Karena sukuk ini berbasis syariah, kami bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional dan MUI," ungkap Luky di Jakarta, Jumat (28/7/2020).

Sukuk ini, lanjut dia, sudah mendapatkan approval, jadi status syariahnya sah.

"Ini produk pemerintah yang juga mendukung APBN, insya Allah dengan membeli sukuk ritel SR013, masyarakat bisa berinvestasi sekaligus membantu membangun negeri ini menghadapi pandemi," terang Luky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini