Freeport Minta Tunda Bangun Smelter Bikin Anggota DPR Gebrak Meja, Ini 5 Faktanya

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 320 2269398 freeport-minta-tunda-bangun-smelter-bikin-anggota-dpr-gebrak-meja-ini-5-faktanya-yLjvdlSTaM.jpg Freeport Minta Penundaan Membangun Smelter karena Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Freeport Indonesia meminta pembangunan smelter ditunda hingga 2024. Pasalnya, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral di Gresik tersebut terhenti imbas pandemi virus corona.

Hanya saja permintaan tersebut membuat sejumlah anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Geram. Bahkan ada yang sempat menggebrak meja.

Okezone merangkum fakta-fakta terkait smelter Freeport yang tak kunjung selesai, malah minta ditunda, Minggu (30/8/2020):

1. Freeport Minta Pembangunan Smelter Ditunda

PT Freeport Indonesia (PTFI) meminta kelonggaran waktu satu tahun untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter di Gresik, Jawa Timur. Alasannya pembangunan tersebut terhenti karena pandemi covid-19.

"Kami memohon agar diberikan kelonggaran penyelesaian smelter ini hingga 2024," kata Wakil Presiden Direktur Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi, dalam rapat dengar pendapat Komisi VII.

2. Anggota Dewan pun Marah

Salah satu anggota Komisi VII DPR yang marah dalam rapat dengar pendapat itu Marthen Douw dari Fraksi PKB. Bahkan, dirinya sampai menggebrak meja.

"Ini ada satu perumpamaan misalnya, rambutan di rumah saya dipanen tetangga. saya marah tidak? Marah. Sama pula seperti Freeport. Pimpinan mohon, saya sakit, tolong pimpinan jadwal ulang untuk hal ini," katanya dengan nada tinggi sambil gebrak meja.

Sementara Anggota Komisi VII Rofik Hananto dari fraksi PKS mengatakan bahwa pihaknya menolak pembangunan smelter diundur. Sebab, penundaan pembangunan itu akan merugikan bangsa Indonesia.

3. Progres Smelter Sampai Sekarang

Wakil Presiden Direktur Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi menjelaskan, pembangunan smelter Freeport hingga Juli 2020 baru mencapai 5,58% dari target pemerintah sebesar 10,5 persen. Kemajuan pembangunan proyek tersebut termasuk pelaksanaan visibility study, early work, front end engineering design (FEED) dan pekerjaan advance detail enggineering sebesar 49%

"Dampak Covid-19 berkontribusi pada pencapaian di bawah target dari pembangunan smelter," jelasnya

4. Alasan karena Pandemi

Dia menambahkan, adanya Covid-19 mengakibatkan kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC) smelter belum bisa melakukan kesepakatan dengan Freeport Indonesia terkait biaya dan juga waktu penyelesaian proyek.

"EPC kontraktor menyatakan tidak sanggup untuk menyelesaikannya (2023). Sehingga diperlukan revisi jadwal baru yang perlu ditentukan" terangnya.

5. DPR: Jangan Jadikan Pandemi Alasan Tunda Smelter

Anggota Komisi VII dari fraksi Partai Golkar Rudy Mas'ud menyatakan tak seharusnya pandemi menjadi alasan molornya smelter Freeport. Jika terus ditunda, dia menilai pencemaran alam di Papua akan terus berlanjut dan merugikan masyarakat sekitar.

"Saya berharap Covid-19 bukan jadi alasan hambatan pembangunan smelter Freeport. Tidak gentlemen sekali, ini bukan perjanjian antara Freeport tapi multilateral," tandasnya. (fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini