Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Laris Manis, Pasokannya Bagaimana?

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 320 2269888 penukaran-uang-khusus-rp75-000-laris-manis-pasokannya-bagaimana-tY8EME6lSO.jpg Rupiah Rp75.000 (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia mengeluarkan uang edisi HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia senilai Rp75.000. Uang yang dikeluarkan setiap 25 tahun sekali ini hanya ada sekira 75 juta lembar saja.

Pengeluaran dan pengedaran Uang Pecahan Khusus (UPK) 75 Tahun RI merupakan wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Peresmian tersebut menandai mulai berlakunya uang Rupiah kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes), di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 Baca juga: Lagi Ramai Tukar UPK Rp75.000, Ingatkah Kisah Haru Uang Rp10 Juta Rusak karena Rayap?

Ada sejumlah fakta menarik di balik peluncuran uang pecahan Rp75.000. Jakarta, Senin (31/8/2020), berikut Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait pecahan uang Rp75.000:

1. Uang Khusus Dikeluarkan Setiap 25 Tahun Sekali

Uang khusus edisi kemerdekaan RI dikeluarkan setiap 25 tahun sekali. Bank Indonesia pernah mengeluarkan uang khusus pada kemerdekaan RI ke 50 tahun. Uang Rupiah khusus ini adalah uang yang dikeluarkan secara khusus dalam rangka memperingati peristiwa tertentu dan memiliki nilai nominal yang berbeda dari nilai jualnya.

 Baca juga: Belum Kebagian Uang Pecahan Rp75.000? Tenang, Kuota Penukaran Ditambah Hari Ini

Uang Rupiah khusus terdiri dari koin edisi khusus dan atau uang kertas yang tidak dipotong sehingga menyerupai satu lembaran besar yang terdiri dari beberapa lembar uang.

 

2. Penukaran Bisa Dilakukan Secara Online

Penukaran untuk pecahan uang baru Rp75.000 ini bisa dilakukan secara online. masyarakat dapat memperoleh uang ini melalui mekanisme penukaran uang rupiah senilai Rp75.000 atau sesuai nominal uang kemerdekaan.

3. Satu KTP Cuma Bisa Tukar 1 Lembar Uang

Warga WNI yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setiap pemilik KTP hanya dapat menukar 1 lembar Uang Peringatan Kemerdekaan. Pemesanan penukaran uang pecahan Rp75.000 melalui aplikasi Pintar website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id mulai 17 Agustus pukul 15.00 sampai dengan 30 September 2020

4. Cara Mendapatkan Uang Pecahan Rp75.000 via Online

Ada beberapa tata cara untuk mendapatkan pecahan uang Rp75.000. Pertama adalah memilih lokasi dan tanggal penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan pada aplikasi.

Pastikan anda mendapatkan bukti pemesanan. Simpan bukti pemesanan dalam bentuk cetak atau digital. Lakukan penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan secara langsung pada lokasi dan tanggal yang telah dipilih sesuai yang tertera pada bukti pemesanan.

Pastikan anda membawa KTP asli dan bukti pemesanan. Siapkan uang tunai senilai Rp75.000. Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan dilakukan dengan senantiasa menerapkan protokol pencegahan Covid-19

Dalam hal pemesan tidak dapat datang langsung ke lokasi penukaran, dapat diwakilkan kepada pihak yang dipercaya dengan membawa surat kuasa, KTP asli pemesan dan bukti pemesanan. Penukaran di BI dapat dilakukan mulai 18 Agustus 2020 dan di Bank Umum yang ditunjuk mulai 1 Oktober 2020 yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga.

5. Hanya Dicetak 75 Juta Lembar

Mata uang ini uang kertas pecahan nominal Rp75.000 dicetak dengan jumlah lembar 75 juta yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia.

6. Laris Manis, Kuota Pemesanan Uang Khusus Rp75.000 Penuh hingga Akhir September

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengatakan bahwa animo masyarakat untuk memiliki UPK Indonesia Rp75 ribu sangatlah tinggi.

"Kami melihat antusiasme, hasrat masyarakat untuk memiliki lembaran uang tersebut begitu tinggi. BI sangat mengapresiasi hal tersebut dan turut berterima kasih kepada masyarakat," ungkap Marlison.

Hal ini terbukti dengan dipenuhinya kuota pemesanan lembaran uang Rp75 ribu dengan begitu cepat. Bahkan, kuota hingga akhir September sudah penuh.

"Dari jam pertama kami launching aplikasi Pintar, pemesanan sudah datang dan memenuhi kuota. Bahkan kuota pemesanan hingga 30 September ini sudah penuh," ujar Marlison.

7. Laku Keras, Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Dibuka secara Kolektif

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, BI akan segera membuka kembali permohonan pemesanan UPK melalui aplikasi Pintar setelah sebelumnya kuota pemesanan UPK hingga 30 September 2020 penuh. Namun, sebagai strategi tambahan, BI juga akan membuka layanan penukaran UPK secara kolektif kepada masyarakat.

"Layanan penukaran kolektif ini kami buka kepada kementerian, lembaga, instansi, korporasi, asosiasi, perkumpulan, dan juga untuk masyarakat sendiri," ungkap Marlison.

8. 30.000 Lembar Uang Pecahan Rp75.000 Ditargetkan Ditukar Setiap Hari

Bank Indonesia (BI) menargetkan minimal dalam sehari Uang Peringatan Kemerderkaan (UPK) pecahan Rp75.000 yang ditukar sebesar 30 ribu lembar. Tercatat hingga saat ini, dalam sehari UPK yang sudah ditukar di wilayah Jakarta sebanyak 600 lembar. Sedangkan di daerah sebanyak 300 lembar.

"Jadi di Indonesia sehari biasanya ada 14.500 lembar UPK yang ditukar. Harapnya kita sih bisa minimal 30 ribu lembar yang ditukar dalam sehari, karena kan kita masih ada 75 juta lembar itu," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim.

9. Sempat Heboh Uang Rp75.000 Bergambar Anak Berbaju Adat China

agad media sosial dihebohkan dengan gambar uang baru pecahan 75 rupiah edisi kemerdekaan HUT ke 75 RI. Beberapa akun medsos menuliskan narasi kalau di dalam uang itu terdapat seorang anak yang mengenakan pakaian adat Tiongkok, China. Lantas bagaimana tanggapan Bank Indonesia terkait kabar tersebut?

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim menjelaskan gambar yang dituding sebagai pakaian adat China itu merupakan foto seorang anak yang berasal dari suku Tidung, Kalimantan Utara. Dirinya mempersilakan kepada seluruh masyarakat untuk membuktikannya hal tersebut di mesin pencari Google.

“Ini bukan dari Tiongkok, ini asli daerah Indonesia,” kata Marlison.

Dia menerangkan dalam uang itu terdapat sembilan pakaian adat daerah yang belum pernah ditampilkan dalam nominal uang yang pihaknya telah terbitkan. Di antaranya adalah baju adat dari Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua.

 

10. Dalam Sehari, Sudah Dijual di Platform Online hingga Rp50 Juta

Belum lama diluncurkan, Uang Pecahan Khusus Rp75.000 sudah mulai dijual di platform online. Uang Pecahan Khusus (UPK) edisi HUT ke-75 Kemerdekaan RI tersebut hanya sebanyak 75 juta bilyet saja.

Dari pantauan Okezone, Jakarta, Selasa (18/8/2020), di salah satu platform belanja online, uang baru Rp75.000 tersebut dijual seharga Rp1.250.000. Bahkan, dilengkapi foto asli dari uang tersebut.

Bahkan, di platform belanja online lain, uang yang hanya ada 75 juta lembar tersebut dijual Rp50.000.000. Di tempat lain, juga ada yang menjual Rp1.375.000 per lembarnya.

11. Stok Uang Pecahan Rp75.000 Masih Banyak, Jangan Takut Kehabisan

Antusiasme masyarakat dalam memperoleh Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Republik Indonesia ke-75 senilai Rp75.000 sangat tinggi. Hal ini terbukti pada ramainya pemesanan UPK tersebut semenjak rilis resminya pada tanggal 17 Agustus 2020.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim menyebutkan bahwa sejak tanggal tersebut, UPK ini sudah berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dalam segala bentuk transaksi.

Namun, karena tingginya antusiasme ini, timbul keresahan pula bagi masyarakat yang takut tidak kebagian karena kuota pemesanan yang cepat penuh.

"Memang, kuota pemesanan sampai tanggal 30 sudah habis, tapi tenang, untuk kuota selanjutnya masih banyak kok. Masih ada 74,9 juta lembar tersisa," ungkap Marlison.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini