Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saran Faisal Basri soal Indonesia Terancam Minus 3%, Jangan Fokus ke Resesi

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2020 |14:31 WIB
Saran Faisal Basri soal Indonesia Terancam Minus 3%, Jangan Fokus ke Resesi
Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 diproyeksikan akan minus atau negatif di angka 3%. Meski begitu, proyeksi ini dapat dihindari jika pemerintah terus menggenjot program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ekonom Senior Indef Faisal Basri menyarankan, pemerintah seyogyanya jangan fokus untuk menghindari resesi. Namun, lebih memasifkan penanganan Covid-19 dan program PEN bagi sejumlah sektor yang terdampak.

"Perkiraan saya minus 3% di kuartal III 2020. Jangan fokus menghindari resesi," ujar Faisal di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Baca Juga: Strategi Cegah Resesi, Bisa Lakukan Hal Ini 

Tentu, proyeksi Faisal berbeda dengan penilaian pemerintah. Melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, pemerintah memprediksi pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 0% hingga minus 2%.

Dirinya mengatakan, adapun risiko tekanan pada pasar keuangan belum pulih. serta proyeksi pada tahun 2020 bisa minus 1,1% hingga 0%.

"Kita memang melihat di kuartal III downside risk tetap menunjukkan risiko yang nyata, kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%," kata Sri Mulyani.

Dia melanjutkan, berbagai negara mulai memperlihatkan kontraksi ekonomi yang semakin nyata, baik di negara maju maupun negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi yang negatif, bahkan hingga menyentuh angka 2 digit ini, terjadi akibat ketidakpastian yang cukup tinggi terutama karena masih dibayangi oleh pandemi Covid-19.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai, perekonomian Indonesia tetal kembali mengalami kontraksi pada kuartal-III tahun ini. Diproyeksi, pertumbuhan ekonomi kembali minus seperti kuartal II, yaitu 2%.

Faisal menyebut, bila dibandingkan dengan kuartal II yang terkontraksi sebesar minus 5,32%, sehingga kuartal-III menunjukkan adanya perbaikan perekonomian.

"Prediksi kami (kuartal-III 2020) minus 2%. Jika dibandingkan sudah lebih ringan. Kalau kita lihat kuartal III sudah lebih baik. Yang perlu dihindari adalah trennya memburuk," kata Faisal.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement