
Untuk menghasilkan kualitas terbaik, biji kopi dipanaskan selama beberapa jam setelah dipisahkan dari kulitnya. Baru setelah itu digiling hingga menjadi bubuk kopi.
Kopi buatan Sumardi berhasil dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Palembang, Yogyakarta, Jakarta hingga Kalimantan. Dalam kegiatan produksi dirinya dibantu oleh ibu rumah tangga di daerah sekitar, dan tentunya dengan kegiatan tersebut dirinya membantu menghidupkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.
Kopi buatan dirinya sendiri dinamai Sumardi yakni Kopling (Kopi Petaling Banjar). Hingga saat ini sudah 100 petani yang bergabung dengan gapoktan binaan Sumardi dan berharap agar dapat menopang perekonomian warga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)