Mengintip Budidaya Robusta, Kopi Terbaik di Dunia

Haryanto, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 455 2270856 mengintip-budidaya-robusta-kopi-terbaik-di-dunia-1s8OX6NxHK.jpg Tanaman Kopi (Foto: Haryanto/Okezone)

BANGKA – Selain sebagai daerah pertambangan ternyata Provinsi Bangka Belitung menjadi daerah penghasil salah satu biji kopi terbaik di dunia. Seperti salah satu seorang tukang kopi yakni Sumardi yang menjelma menjadi produsen kopi yang berhasil menjajakan kopi tersebut ke sejumlah kota besar di Indonesia.

Berawal dari banyaknya seduhan kopi yang berasal dari luar daerah dan semakin diminati oleh sejumlah kalangan, membuat Sumardi yang berasal dari Petaling Banjar, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka tersebut membudidayakan tanaman kopi. Padahal tanaman kopi sendiri biasanya tumbuh di dataran tinggi 400-500 mdpl atau dengan cuaca dengan suhu lembab.

Baca juga: Pindah ke Online, Cara Pelaku Bisnis Franchise Selamat dari Covid-19

Dengan pemanfaatan lahan kosong di belakang rumahnya, dirinya mencoba menanam sebanyak 260 pohon kopi untuk contoh tanam. Namun tidak disangka dalam jangka beberapa tahun sejumlah pohon yang ditanam tumbuh subur dan berbuah lebat.

Tidak tanggung-tanggung hasil tanam dirinya dapat menghasilkan sebanyak 300 kilogram yang menjadi salah satu dari kopi terbaik di dunia yakni Robusta. Selanjutnya biji kopi dikeringkan dan diolah sendiri oleh Sumardi sebelum dilanjutkan ke proses selanjutnya.

kopi

Untuk menghasilkan kualitas terbaik, biji kopi dipanaskan selama beberapa jam setelah dipisahkan dari kulitnya. Baru setelah itu digiling hingga menjadi bubuk kopi.

Kopi buatan Sumardi berhasil dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Palembang, Yogyakarta, Jakarta hingga Kalimantan. Dalam kegiatan produksi dirinya dibantu oleh ibu rumah tangga di daerah sekitar, dan tentunya dengan kegiatan tersebut dirinya membantu menghidupkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Kopi buatan dirinya sendiri dinamai Sumardi yakni Kopling (Kopi Petaling Banjar). Hingga saat ini sudah 100 petani yang bergabung dengan gapoktan binaan Sumardi dan berharap agar dapat menopang perekonomian warga.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini