RI Ekspor Kelapa hingga Cocopeat ke Dubai di Tengah Covid-19

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 320 2271308 ri-ekspor-kelapa-hingga-cocopeat-ke-dubai-di-tengah-covid-19-Mf9M10anql.jpg RI Ekspor Komoditas Kelapa dan Turunannya ke Dubai. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor komoditas kelapa dan produk turunannya cocopeat ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ekspor tersebut akan dilakukan pelaku usaha binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, PT Sumber Pangan Indonesia (SPI).

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono mengatakan, pemerintah memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pascapanen dan pengolahan untuk menghasilkan produk-produk kelapa bernilai tambah tinggi. Salah satu produk yang dihasilkan adalah cocopeat.

Ini adalah produk turunan kelapa yang berasal dari coconut fibre/coconut coir atau serabut kelapa yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan media tanam budidaya, pupuk dan absorben dalam industri.

Baca Juga: Ekspor Meroket, Ini Daftar Buah Indonesia yang Jadi Primadona di Negara Orang

“Produk-produk ini sudah punya pasar sendiri dan seharusnya kita bisa lebih dorong daya saingnya lebih baik di pasar dalam negeri dan dunia,” tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2020).

Dirinya pun mengapresiasi PT SPI yang telah melakukan pengiriman 20 ton cocopeat melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya Jawa Timur. Di mana SPI telah lama menjajaki dan melakukan kontrak kerjasama jangka panjang dengan salah satu perusahaan besar di Dubai , UAE untuk supply buah kelapa dan produk turunannya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi mengatakan, pemanfaatan sabut atau serabut kelapa untuk cocopeat masih bisa dikembangkan karena pengolahan sabut kelapa dapat menghasilkan produk-produk primer lainnya yaitu serat panjang.

Baca Juga: RI Ekspor Kelapa hingga Cengkeh ke Jerman, China dan Jepang

Kemudian serat halus atau serat pendek (Bristle) dan debu atau serbuk sabut.

“Serat dapat diproses menjadi matras, karpet, geotextile, dan lain-lain, sedangkan debu serbuk sabut diproses lebih lanjut menjadi kompos, partikel papan untuk mebel, atau cocopeat,” ujarnya.

Untuk itu, aktivitas ekspor yang dilakukan SPI diharapkan bisa menjadi raw model untuk aktivitas pelaku usaha kelapa lainnya utamanya memperioritaskan ekspor produk turunan yang bernilai tambah tinggi. (fbn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini