Pengusaha Ritel Minta Bantuan Sembako Diganti Jadi BLT agar Daya Beli Terjaga

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 320 2271361 pengusaha-ritel-minta-bantuan-sembako-diganti-jadi-blt-agar-daya-beli-terjaga-uy4bucTeyY.jpg Ritel (Shutterstock)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai sejumlah bantuan tunai yang diberikan pemerintah kepada masyarakat cukup baik dalam meningkatkan konsumsi. Untuk itu, pemerintah diminta untuk tetap melanjutkan bantuan tersebut.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, bantuan tunai yang diberikan pemerintah kepada masyarakat harus terus dilanjutkan dan konsisten penerapannya.

 Baca juga: 27 Perusahaan Ritel dan Restoran yang Bangkrut Gara-Gara Pandemi

"Bantuan sembako mungkin bisa dialihkan dengan bantuan tunai, artinya tidak hilang semua bantuan sembako tapi lebih diprioritaskan untuk bantuan tunai hingga masyarakat dapat konsumsi," ujar Roy dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (2/9/2020).

Selain itu, Roy menilai anggaran yang telah ditetapkan untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga harus dimaksimalkan. Dia juga menyoroti perlunya kebijakan fiskal dan moneter yang berkesinambungan.

 Baca juga: Debenhams Bangkrut, Ritel Berusia 242 Tahun Ini Bakal Dijual

Aprindo juga menyoroti pelaku usaha sektor usaha ritel yang sampai saat ini belum mendapatkan relaksasi berkaitan dengan korporasi kredit. Roy menyebut, dari sekian banyak program pemerintah, belum ada satu pun bantuan yang menyasar pelaku usaha ritel.

"Ini kita masih tunggu masyarakat dana Rp100 triliun yang dimasukkan ke 15 bank untuk menyalurkannya itu belum menyentuh sektor ritel, memang baru kemarin diprioritaskan transportasi, pariwisata, dan sebagainya, tapi di perdagangan ritel belum tersentuh sementara teman-teman anggota kita melihat bahwa kita tetap beroperasi sendiri kita tetap harus membayar kredit-kredit komersial dengan bunga yang tinggi," kata dia.

 Baca juga: Masa Depan Sektor Ritel, Bayar Angsuran Secara Digital

Jika hal itu dapat difasilitasi pemerintah, Roy optimis bantuan kepada sektor ritel dapat menambah kapabilitas untuk terus beroperasi menyalurkan kebutuhan pokok dan sehari harian masyarakat dan bisa melakukan ekspansi meskipun tidak dalam jumlah besar.

"Jadi, antara bantuan tunai untuk masyarakat, tetapi peritelnya harus dijaga dan dilindungi, diberikan keluwesan jam operasi karena kita sangat menerapkan protokol atau dapat dispensasi dikecualikan hingga konsumsi dapat bergulir. Bagaimana konsumsi terjadi kalau operasi toko hanya 5-6 jam di beberapa daerah? Ini akhirnya membuat konsumsi rendah," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini