Bukan Hanya Manusia, Uang Juga Dikarantina 14 Hari dan Disemprot Disinfektan

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 320 2271899 bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan-geILUFB8tm.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Seiring perkembangan pandemi Covid-19, tren masyarakat dalam transaksi pun berubah. Kini, dengan maraknya e-commerce, transaksi nontunai semakin meningkat.

Bahkan, Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa angka transaksi menggunakan e-wallet atau uang elektronik bahkan lebih tinggi dari transfer bank.

 Baca juga: Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Laris Manis, Pasokannya Bagaimana?

"Kami paham kenapa transaksi tunai menurun, tapi perlu diingat bahwa penggunaan uang tunai tidak tabu, it's okay," ujar Filianingsih dalam Webinar, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Dia menegaskan bahwa BI memberlakukan protokol Covid-19 yang ketat. Bukan hanya ke manusia, tapi juga ke uang tunai yang masuk ke BI.

 Baca juga: Belum Kebagian Uang Pecahan Rp75.000? Tenang, Kuota Penukaran Ditambah Hari Ini

"Untuk setiap uang tunai yang masuk ke BI, kami berlakukan protokol, jadi kami semprot disinfektan dan karantina selama 14 hari, seperti manusia juga," tambah Filianingsih.

Meski demikian, untuk saat ini, BI cenderung lebih memilih transaksi non tunai. Hal ini dikarenakan adanya Covid-19.

 Baca juga: Fenomena Koin Seharga Ratusan Juta, dari Kerokan hingga UPK Kemerdekaan

"Untuk digital banking, baik mobile banking dan e-banking, angka penggunaannya juga meningkat. Dulu yang memakai biasanya korporasi, tapi sekarang lebih cenderung ke individu," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini