Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahalnya Harga Masker dan Hand Sanitizer Paling Banyak Diadukan Warga +62

Ferdi Rantung , Jurnalis-Kamis, 03 September 2020 |14:54 WIB
   Mahalnya Harga Masker dan <i>Hand Sanitizer</i> Paling Banyak Diadukan Warga +62
Masker (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) banyak menerima berbagai macam pengaduan konsumen di saat pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satu pengaduan yang banyak masuk terkait harga masker dan hand sanitizer sebesar 33% dari total pengaduan.

"Aduan masker dan hand sanitizer ini terkait harga yang mahal dan kelangkaan barang. Saat itu kami menduga ada oknum yang mencoba menimbun barang-barang tersebut," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam diskusi webinar, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Tips Aman Belanja Online agar Tak Tertipu 

Selain itu, lanjut Tulus, pihaknya juga banyak mendapatkan banyak pengaduan oleh konsumeni di Indonesia alias warga +62 di sektor transportasi sebesar 25%. Pengaduan ini terkait refund dengan tiket.

"Banyak masyarakat yang mengeluhkan karena refund tiket tidak digantikan dengan uang, tapi berupa voucher. Kebanyakan aduan ini terkait maskapai penerbangan" jelasnya.

Baca Juga: 4 Perusahaan Pemborong Vaksin Covid-19, dari Astra hingga Sinarmas 

Kemudian, belanja online. YLKI mencatat jumlah pengaduan mencapai 16,67% dengan dominasi kasus penipuan atau harga tinggi.

"Tren atas belanja online membawa potensi atas tindakan penipuan dan penjualan barang-barang tertentu dengan harga tinggi. Khususnya alat kesehatan," terangnya

Selanjutnya, relaksasi jasa keuangan. YLKI mencatat persentase pengaduan mencapai 11,11% dan supermarket mencapai 5,50% terkait lonjakan dan kelangkaan sejumlah barang.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement